Jakarta: Grace Natalie, yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo, mengajak Djarot untuk melihat langsung progres pembangunan IKN.
Ajakan ini muncul setelah Djarot menyatakan kekhawatirannya mengenai ambisi Presiden Jokowi untuk segera memindahkan IKN, yang dinilai tidak realistis.
“Inilah salah satu konsekuensi dari kebijakan yang tergesa-gesa,” kritik Djarot di kompleks parlemen, Jakarta.
Meskipun ajakan tersebut bertujuan untuk membangun pemahaman lebih dalam, organisasi internal PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), mengecam langkah Grace.
Ketua Umum Repdem, Wanto Sugito, menyatakan seharusnya perhatian lebih diarahkan kepada masyarakat adat, terutama Suku Dayak, yang merupakan pemilik tanah historis di kawasan tersebut.
“Dengarkan suara mereka, karena pembangunan ini berdampak langsung pada kehidupan mereka,” ungkap Wanto.
Grace menegaskan pentingnya kunjungan untuk memastikan pembangunan IKN sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
Namun, Repdem menekankan bahwa dialog dengan masyarakat lokal harus menjadi prioritas utama.
Dalam pernyataan terpisah, Presiden Jokowi mengakui tantangan yang dihadapi dalam pembangunan IKN dan menegaskan bahwa meskipun ada kemajuan, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki sebelum IKN siap berfungsi.
“Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan IKN memenuhi harapan rakyat,” kata Jokowi.
Sementara itu, Koordinator Pokja 30, Buyung Marajo, mempertanyakan urgensi menggelar upacara peringatan kemerdekaan di IKN, menilai itu sebagai pemborosan anggaran di tengah defisit APBN.
“Kita harus fokus pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar seremonial,” tegasnya.
Buyung juga mengingatkan bahwa banyak warga di sekitar IKN yang masih menghadapi ancaman dan pengusiran akibat proyek pembangunan ini, menyebut bahwa merayakan kemerdekaan di IKN seolah menutup mata terhadap realitas tersebut.
Polemik ini menunjukkan betapa kompleksnya proses pembangunan IKN, dengan berbagai kepentingan dan suara yang harus didengarkan demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.















