Samarinda – DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda akan menggelar Haul Bung Karno pada 21 Juni 2025 mendatang, sebagai bagian dari peringatan Bulan Bung Karno. Kegiatan ini diinisiasi untuk mengenang jasa-jasa Presiden Soekarno sekaligus menggali kembali pemikiran-pemikirannya yang visioner bagi bangsa Indonesia.
Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDIP Kalimantan Timur sekaligus Ketua Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) PDIP Kaltim, Iswandi, menyampaikan bahwa acara ini akan dihadiri oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat.
“Agenda peringatan ini akan melibatkan tokoh lintas agama, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum. Tujuannya adalah menghidupkan kembali semangat kebangsaan melalui pemikiran Bung Karno,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).
Bung Karno, sang Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia, lahir pada 6 Juni 1901 dan wafat pada 21 Juni 1970. Ia dimakamkan di Blitar, Jawa Timur, dan hingga kini dikenang sebagai Bapak Bangsa Indonesia.
“Haul Bung Karno ini kami khususkan sebagai momen doa bersama. Bung Karno bukan sekadar tokoh sejarah, tapi juga penggerak utama kemerdekaan bangsa,” lanjut Iswandi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Samarinda.
Ia juga mengingatkan generasi muda untuk tetap memegang teguh prinsip Jas Merah—”Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”—sebagaimana pesan Bung Karno. Banyak pemikiran Bung Karno yang dinilainya masih relevan dalam menghadapi tantangan zaman kini.
“Bung Karno itu visioner. Beliau pernah berkata, ‘Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.’ Itu menjadi refleksi penting bagi kita semua,” tegasnya.
Lebih jauh, Iswandi menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan terus konsisten menjalankan nilai-nilai ajaran Bung Karno dalam kehidupan berbangsa dan berpolitik.
“Seluruh kader PDI Perjuangan Samarinda kami gerakkan untuk terus menyosialisasikan Tri Sakti Bung Karno—berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—termasuk memperkuat wawasan kebangsaan di tengah masyarakat,” pungkasnya.















