KUKAR – Sejumlah destinasi wisata desa di Kutai Kartanegara (Kukar) masih belum berkembang maksimal dan cenderung vakum. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mulai mengubah pola pendekatan dengan menekankan aksi langsung di lapangan melalui penempatan pejabat teknis pada wilayah potensial.
Sekretaris Dispar Kukar, Sugiarto, menjelaskan bahwa salah satu langkah penting adalah peningkatan peran sumber daya manusia di internal dinas.
Kemudian, pejabat yang ditugaskan ke wilayah harus memahami strategi pengembangan destinasi sekaligus mampu memberikan pendampingan nyata kepada masyarakat dan pengelola wisata.
“Pejabat tidak boleh hanya duduk di meja, tapi harus turun ke lapangan. Misalnya di Kecamatan Tenggarong Seberang, harus ada satu pejabat adyatama yang bisa memfasilitasi dan mendorong bagaimana potensi wisata desa di sana bisa ditingkatkan,” jelasnya kepada awak media pada Sabtu (14/6/2025).
Ia juga mengakui selama ini masih ada destinasi yang terbengkalai karena minimnya keterlibatan teknis dari jajaran dinas. Hal tersebut dikarenakan adanya arah kebijakan internal kini digeser agar lebih responsif terhadap kondisi di lapangan dan berbasis kebutuhan nyata.
“Kalau kita tidak mengutus perwakilan dari Dinas Pariwisata ke lapangan, kita tidak akan tahu kondisi sebenarnya. Kita hanya akan membuat kebijakan dari balik meja,” tegasnya.
Langkah perubahan itu, lanjut Sugiarto, juga dibarengi dengan peningkatan kualitas pejabat teknis agar mampu membaca potensi lokal dan menyusun program kerja yang sesuai.
Sehingga dengan adanya pendekatan tersebut tentunya diharapkan bisa menjawab tantangan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
“Potensi wisata bisa kita kembangkan melalui kehadiran pejabat yang memahami kondisi di lapangan dan bisa menentukan kebijakan serta kegiatan yang sesuai. Ini adalah bentuk jawaban konkret dari kami sendiri,” tutupnya. (Adv)















