KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bergerak cepat merespons kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah. Sebanyak 20 ribu tabung tambahan disalurkan secara bertahap melalui operasi pasar khusus di 14 titik distribusi.
Langkah ini diambil setelah Disperindag melakukan evaluasi distribusi gas melon di 20 kecamatan. Hasilnya, kelangkaan tidak terjadi merata. Sekitar delapan hingga sembilan kecamatan tercatat mengalami kekurangan pasokan cukup signifikan, sementara wilayah lain masih relatif stabil.
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menjelaskan bahwa permintaan tambahan pasokan telah diajukan ke Pertamina dan langsung direspons dengan persetujuan pelaksanaan operasi pasar.
“Operasi pasar ini dilakukan berdasarkan kajian lapangan, bukan asal merata. Ada tim dari Pertamina yang ikut menentukan titik distribusinya,” kata Sayid, Minggu (15/6/2025).
Dari 14 titik yang ditetapkan, Kecamatan Tenggarong menjadi wilayah dengan penyaluran terbanyak, yakni lima titik distribusi. Tenggarong Seberang mendapat dua titik, dan sisanya tersebar di kecamatan seperti Kota Bangun, Tabang, Muara Kaman, dan Sangasanga.
Menurut Sayid, pola distribusi ini dilakukan agar penyaluran LPG tepat sasaran dan mengurangi penumpukan antrean di wilayah-wilayah padat penduduk atau dengan permintaan tinggi.
“Kami berusaha agar distribusi ini adil dan sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Saat ini pun daerah Tenggarong menjadi kawasan yang paling terdampak kelangkaan. Antrean panjang warga di sejumlah pangkalan menunjukkan lonjakan kebutuhan yang signifikan.
“Antriannya luar biasa. Ini jadi perhatian utama kami karena menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan masyarakat akan LPG 3 kg,” tutup Sayid. (Adv)















