KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi progres fisik dan keuangan pelaksanaan pembangunan Caturwulan I Tahun 2025.
Rapat yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kukar pada Senin, (2/06/2025) ini menjadi wadah untuk mengkaji capaian kinerja sejak Januari hingga akhir April, serta langkah perbaikan menuju periode selanjutnya.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, yang memimpin langsung jalannya rapat, menyampaikan bahwa realisasi fisik pembangunan daerah hingga April telah mencapai 27 persen.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan tren yang positif dan masih berada dalam jalur yang wajar. Sementara itu, realisasi keuangan baru mencapai 16,9 persen.
“Kalau kita lihat trennya dari tahun ke tahun, angka ini masih normal. Biasanya realisasi akan meningkat tajam di pertengahan tahun,” ujarnya.
Meskipun capaian fisik cukup baik, Sunggono menyoroti kurangnya kedisiplinan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyampaikan laporan berkala melalui aplikasi E-pantau.
Ia menegaskan bahwa pelaporan yang konsisten dan akurat sangat penting dalam upaya pengendalian pelaksanaan pembangunan.
“E-pantau itu alat bantu strategis untuk memastikan program berjalan sesuai rencana, mengidentifikasi hambatan, dan menentukan langkah tindak lanjut. Jadi, tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Sunggono juga menyampaikan bahwa Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2025 mengalami sejumlah penyesuaian.
Hal ini dilakukan sebagai respons atas kebutuhan efisiensi dan pengelolaan defisit anggaran, sehingga beberapa kegiatan diformat ulang agar tetap sesuai dengan prioritas pembangunan daerah.
“Misalnya ada anggaran awal sebesar 100, setelah efisiensi menjadi 90. Maka 90 ini harus tetap bisa menjawab kebutuhan dan mencapai target yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program prioritas seperti Bantuan Gubernur untuk Negeri (BGN) dan Sekolah Rakyat tetap menjadi bagian dari fokus utama, meski dalam skema pembiayaan yang telah disesuaikan.
Pemerintah juga memastikan tidak ada pengurangan kualitas layanan kepada masyarakat.
Dengan pengendalian yang ketat serta pelaporan yang disiplin, Sunggono optimistis capaian pembangunan tahun ini dapat menyamai bahkan melampaui hasil tahun sebelumnya.
“Kalau kita kawal dari sekarang, insyaallah target bisa tercapai. Tahun lalu kita berhasil mencapai 88 persen karena seluruh proses benar-benar diawasi dengan baik,” tutupnya. (Adv)















