TENGGARONG — Gerakan olahraga berbasis komunitas di Kutai Kartanegara (Kukar) semakin menggeliat. Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kukar kini menaungi 32 Induk Organisasi (Inorga) yang aktif bergerak di berbagai bidang olahraga rekreatif, edukatif, dan inklusif.
Ketua Kormi Kukar, Lukman, menjelaskan bahwa olahraga yang berada di bawah Kormi tidak dikategorikan sebagai cabang olahraga (cabor), melainkan Inorga. Penyebutan tersebut digunakan karena kegiatan yang dijalankan lebih menekankan aspek kesenangan, kreativitas, dan pembinaan komunitas.
“Olahraga di Kormi bukan cabor, tetapi Inorga. Kegiatannya rekreatif dan untuk semua kalangan,” ujar Lukman.
Pembinaan dilakukan berdasarkan Jenis Olahraga (Jenor) agar penyebaran program lebih merata dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Model ini dinilai mampu memperkuat pembinaan di tiap komunitas sekaligus mendorong inovasi olahraga daerah.
Di kategori olahraga ekstrem, animo masyarakat—terutama anak muda—menjadi perhatian tersendiri. Komunitas skateboard, panjat tebing, BMX, menembak, hingga pukasta kini mendapat ruang pembinaan yang lebih terstruktur untuk terus berkembang.
Tidak hanya fokus pada olahraga modern, Kormi Kukar juga menjadikan olahraga tradisional sebagai pilar pelestarian budaya lokal. Kegiatan seperti sumpit, dayung, begasing, engrang, dan belogo dibina secara aktif lewat Inorga terkait.
Salah satu prestasi membanggakan muncul dari cabang engrang, di mana tim Kukar berhasil meraih peringkat tiga nasional dalam kompetisi di Lombok.
Olahraga kebugaran pun menjadi program penting yang terus digalakkan. Berbagai komunitas senam rutin menggelar kegiatan di ruang publik untuk mengajak warga lebih aktif dan menjaga kesehatan jasmani.
Inorga seperti ASKI, ASIAPI, Jantung Sehat, dan Perwatusi menjadi motor penggerak kegiatan kebugaran tersebut. Rutinitas yang mudah diakses ini diharapkan menumbuhkan kebiasaan berolahraga di tengah masyarakat.
Menurut Lukman, seluruh upaya Kormi sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Ia menegaskan bahwa olahraga harus menjadi bagian alami dari gaya hidup warga Kukar.
“Program Kormi mendukung Germas. Melalui komunitas, olahraga harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan musiman,” tegasnya.
Dengan dukungan 32 Inorga yang terus berkembang, Sport Community Kukar kini menjadi ruang besar bagi masyarakat untuk berkreasi, berolahraga, dan menjaga kesehatan dengan cara yang menyenangkan.















