TENGGARONG — Lapangan parkir Stadion Rondong Demang kini dikelola dengan sistem fleksibel agar semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, dapat menggunakan fasilitas tanpa bentrok. Sistem ini juga turut memberi kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan durasi pemakaian lapangan disesuaikan dengan kebutuhan penyewa. “Jika penyelenggara membutuhkan waktu lama, kami tetap mengakomodasi selama tidak mengganggu agenda resmi pemerintah,” ujarnya.
Pengaturan jadwal dilakukan melalui koordinasi dan pencatatan pemakaian yang jelas. Dengan sistem ini, tidak pernah terjadi benturan antara kegiatan pemerintah dan event swasta.
“Kunci kelancaran ada pada komunikasi. Setiap penyewa wajib menyampaikan detail waktu penggunaan, termasuk setup dan pembongkaran,” kata Aji Ali Husni.
Dispora Kukar menegaskan bahwa tidak ada syarat penggunaan yang rumit. Selama tujuan kegiatan jelas dan sesuai ketentuan, pihak ketiga diberikan ruang untuk memanfaatkan lapangan.
Beberapa event swasta, seperti bazar, pertunjukan, dan kegiatan hiburan, membantu menghidupkan suasana kota dan memberi dampak positif bagi UMKM lokal.
“Dengan pengelolaan yang teratur, lapangan parkir di Stadion Rondong Demang dapat terus menjadi tempat kegiatan yang aman, tertib, dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Sistem pengaturan ini memastikan Stadion Rondong Demang tidak hanya menjadi arena olahraga, tetapi juga ruang publik yang dinamis dan produktif bagi seluruh warga Kukar.















