TENGGARONG – Semangat sepak bola kembali menggelora di Desa Loa Kulu Kota lewat gelaran Open Turnamen Sepak Bola 2025 yang berlangsung awal November lalu. Ratusan pemuda dari berbagai desa dan kecamatan di Kutai Kartanegara menunjukkan kemampuan terbaik mereka di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Loa Kulu, menghadirkan kompetisi ketat yang menyedot perhatian masyarakat.
Antusiasme tinggi terlihat dari tribun yang tak pernah sepi. Para penonton datang silih berganti mendukung tim kebanggaannya, menjadikan turnamen ini salah satu perhelatan olahraga yang paling meriah di tingkat desa.
Lebih dari sekadar pertandingan, turnamen ini disebut sebagai ruang strategis untuk menjaring bakat-bakat muda yang berpotensi naik ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Banyak pihak berharap konsistensi kegiatan ini dapat membuka jalan bagi pemain lokal yang selama ini minim kesempatan tampil.
Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rizali, menegaskan bahwa turnamen dirancang sebagai bagian dari pembinaan yang dimulai dari level desa. Menurutnya, potensi pemuda akan semakin berkembang jika ruang kompetisi rutin tersedia.
“Pembinaan tidak harus menunggu dari atas. Dari desa pun bisa berjalan efektif bila masyarakat terlibat,” ujar Rizali.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar, Aji Ali Husni, yang menilai Loa Kulu Kota sebagai desa yang proaktif dalam memperkuat ekosistem olahraga lokal. Ia menyebut langkah ini dapat menjadi contoh bagi desa dan kecamatan lain dalam membangun budaya pembinaan berkelanjutan.
“Desa, kelurahan, kecamatan, hingga pihak swasta perlu mengambil peran. Pembinaan harus dimulai dari akar yang paling dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Ali menambahkan bahwa turnamen semestinya tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan. Ia mendorong agar desa melanjutkannya dengan program pembinaan lanjutan bagi para pemain berpotensi sehingga lahir regenerasi atlet desa yang lebih kuat.
Dengan semakin tingginya partisipasi masyarakat dan dukungan desa, Loa Kulu Kota diyakini dapat menjadi salah satu motor penggerak pembinaan sepak bola di tingkat daerah.















