KUKAR – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengerahkan sekitar 2.494 peserta untuk mengikuti lima ajang olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2026. Jumlah tersebut mencakup atlet, pelatih, manajer, dan official yang akan memperkuat kontingen Kukar pada masing-masing kompetisi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan rincian kekuatan kontingen tersebut dalam laporan pelepasan atlet dan peserta di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026).
Dari lima agenda olahraga yang diikuti, Porprov VIII di Kabupaten Paser menjadi kontingen dengan jumlah peserta terbanyak. Kukar mengirimkan 1.584 orang untuk berlaga pada 66 cabang olahraga (cabor).
Kemudian, Porda II di Samarinda melibatkan sekitar 500 peserta yang mengikuti 20 cabor. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang belum sepenuhnya rampung.
“Untuk Porda sampai hari ini jumlahnya masih terus bertambah. Jadi, kemungkinan kekuatan kontingen kita masih mengalami perubahan sesuai perkembangan persiapan yang berjalan,” kata Aji Ali.
Sementara itu, Peparprov V di Paser diikuti 138 orang dengan sembilan cabor. Porprov Korpri di Kutai Timur melibatkan 231 orang dengan 12 cabor, sedangkan Porwada IV di Balikpapan mengirimkan 41 orang untuk mengikuti 10 cabor.
Menurut Aji Ali, keterlibatan Kukar dalam berbagai kompetisi tersebut bukan sekadar memenuhi agenda olahraga tingkat provinsi. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melihat sejauh mana pembinaan yang telah dilakukan mampu menghasilkan atlet berprestasi.
“Melalui kegiatan ini kita ingin mengetahui hasil pembinaan yang sudah berjalan. Atlet-atlet yang tampil juga diharapkan bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya dan membawa nama baik Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Ia menuturkan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung pencapaian target. Salah satunya melalui pemetaan cabang olahraga unggulan yang dinilai memiliki peluang menyumbangkan medali.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga turut menjadi perhatian, termasuk melalui pelatihan bagi pelatih agar memiliki sertifikasi tingkat nasional.
“Kita juga melaksanakan character building untuk beberapa cabang olahraga. Ini penting agar atlet tidak hanya memiliki kemampuan bertanding, tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan sportivitas,” ungkapnya.
Dukungan terhadap kontingen juga diberikan melalui penyediaan kebutuhan selama mengikuti pertandingan. Dispora Kukar memastikan akomodasi atlet ditempatkan di hotel maupun guest house pada seluruh lokasi penyelenggaraan.
“Alhamdulillah, untuk tempat menginap seluruh atlet kita sudah siapkan di hotel dan guest house. Jadi, tidak ada yang ditempatkan di homestay. Ini menjadi bagian dari komitmen kita untuk memberikan pelayanan yang layak kepada seluruh kontingen,” jelas Aji Ali.
Terkait dukungan finansial, peserta memperoleh uang lumpsum yang mencakup uang saku, transportasi, dan makan. Penyaluran dana tersebut dilakukan langsung ke rekening masing-masing atlet sebelum keberangkatan.
Ia juga menyampaikan bahwa penyaluran uang saku menjadi salah satu perhatian Bupati Kukar Aulia Rahman Basri agar kebutuhan kontingen dapat terpenuhi sejak awal perjalanan.
“Pesan dan arahan Bapak Bupati, uang saku harus sudah diterima masing-masing atlet sebelum meninggalkan Tenggarong. Untuk kontingen Porprov Korpri sudah mulai masuk ke rekening, sementara kontingen Porprov juga dijadwalkan menerima sebelum keberangkatan,” paparnya.
Selain kebutuhan akomodasi dan pembiayaan, kelengkapan perlombaan juga menjadi perhatian. Dispora telah membagikan jersey, pakaian training, jaket, kacamata, sepatu, serta topi kepada seluruh atlet.
“Untuk pakaian, hari ini seluruhnya sudah terbagi. Alhamdulillah tidak ada atlet yang tidak kebagian. Mulai jersey, training, jaket, sepatu, sampai topi semuanya sudah lengkap,” katanya.
Bantuan peralatan tanding juga diberikan kepada sejumlah cabang olahraga. Meski belum seluruh kebutuhan dapat dipenuhi, dukungan tersebut diharapkan bisa menambah ketersediaan perlengkapan yang digunakan atlet selama pertandingan.
Dari sisi pelayanan kesehatan, kontingen didukung lima tenaga medis yang terdiri dari satu dokter dan empat perawat. Selain itu, tiga tenaga psikologi dari RSUD AM Parikesit Tenggarong dan RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja turut dilibatkan untuk mendukung kesiapan peserta.
Aji Ali menilai pendampingan tersebut penting karena persiapan kompetisi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga kondisi psikologis atlet ketika menghadapi tekanan pertandingan.
“Kita ingin seluruh atlet bisa bertanding dengan kondisi yang baik. Karena itu, selain tenaga medis, kita juga melibatkan tenaga psikologi untuk memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung,” tuturnya.
Mengenai peluang prestasi, Kukar memiliki modal dari hasil kompetisi sebelumnya. Pada Porprov di Paser tahun 2024, Kukar menempati posisi kedua dengan perolehan 25 medali. Kemudian pada Porprov VII di Berau tahun 2022, Kukar berada di peringkat ketiga.
Hasil babak kualifikasi (BK) Porprov tahun ini juga menunjukkan perkembangan positif. Kukar berhasil menempati posisi kedua setelah Kota Samarinda.
“Capaian pada babak kualifikasi kemarin menjadi gambaran kemampuan atlet kita. Harapannya, hasil tersebut bisa ditingkatkan ketika memasuki pertandingan sesungguhnya,” ucapnya.
Ia pun menegaskan bahwa target yang dibawa kontingen bukan hanya mempertahankan posisi di klasemen, tetapi berupaya mencapai hasil tertinggi pada ajang Porprov VIII di Paser.
“Kalau melihat kesiapan dan hasil yang sudah kita capai, tentu kita ingin memberikan yang terbaik. Komitmen kita adalah mengejar juara umum dan membawa prestasi sebanyak-banyaknya untuk Kukar,” tegasnya.
Hal menarik lainnya, keikutsertaan Kukar pada Porprov Korpri tahun ini turut melibatkan 19 pejabat struktural di lingkungan pemerintah daerah. Mereka terdiri dari 10 pejabat pimpinan tinggi pertama, delapan pejabat administrator, dan satu pejabat fungsional yang akan mengikuti kelas tanding eksekutif. (Adv)















