KUKAR – Penataan organisasi Karang Taruna tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi agenda yang tengah dipersiapkan Dinas Sosial (Dinsos). Proses tersebut akan diawali melalui Temu Karya yang dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2026 di Pendopo Odah Etam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kukar, Rinda Desianti, menjelaskan forum tersebut akan melibatkan perwakilan Karang Taruna dari 20 kecamatan. Pertemuan itu sekaligus menjadi kesempatan untuk memilih ketua baru dan membentuk kepengurusan organisasi di tingkat kabupaten.
Ia menyebut kondisi organisasi di tingkat kecamatan menjadi salah satu hal yang mendasari pelaksanaan kegiatan tersebut. Dari keseluruhan kecamatan di Kukar, terdapat dua wilayah yang kepengurusannya sudah tidak berjalan karena masa jabatan telah berakhir.
“Untuk Tabang dan Kenohan, kepengurusannya sudah tidak aktif lagi. Sementara kecamatan lainnya masih aktif. Karena itu, kami akan mengundang seluruh perwakilan kecamatan agar bisa bersama-sama mengikuti proses Temu Karya,” kata Rinda, Senin (2/11/2026).
Pelaksanaan kegiatan tersebut juga direncanakan melibatkan jajaran Karang Taruna di tingkat provinsi hingga nasional. Kehadiran pengurus dari berbagai tingkatan diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pembentukan organisasi yang baru.
Rinda menerangkan, pemilihan ketua nantinya akan dilanjutkan dengan pembentukan tim formatur. Tim tersebut bertugas merancang komposisi kepengurusan sebelum ditetapkan secara resmi melalui penerbitan Surat Keputusan (SK).
“Setelah ketua ditentukan, formatur akan bekerja menyusun struktur organisasi. Untuk siapa yang nantinya mengeluarkan SK, apakah Bupati atau pengurus nasional, itu masih perlu dibicarakan lebih lanjut,” terangnya.
Selain agenda organisasi kepemudaan, sambung dia, Dinsos Kukar juga tengah menyiapkan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang jatuh pada 20 Desember 2026.
Ia bilang berbeda dengan kegiatan yang hanya berpusat pada seremoni, peringatan tersebut diarahkan untuk menghadirkan aktivitas sosial secara langsung.
Kawasan pesisir, kata dia, menjadi lokasi yang masuk dalam rencana pelaksanaan, dengan beberapa alternatif kegiatan seperti penghijauan melalui penanaman pohon dan aksi kebersihan lingkungan.
Rinda menyebutkan, konsep kegiatan masih akan dimatangkan dengan mempertimbangkan bentuk aktivitas yang dapat melibatkan masyarakat sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kami sedang merancang kegiatan yang tepat untuk memperingati HKSN. Ada rencana penanaman pohon maupun kegiatan membersihkan kawasan pesisir. Pelaksanaannya nanti akan disesuaikan dengan hasil pembahasan,” pungkasnya. (Adv)













