SAMARINDA – Pemerintah pusat melihat bahwa aset yang dimiliki oleh desa harus dikelola secara efektif dan efisien. Selain menjadi bagian laporan keuangan desa, aset desa seharusnya diperlakukan sebagai sumber daya yang berkelanjutan.
Pemerintah pusat serius dalam upaya ini, termasuk bagaimana mereka membuat aplikasi digital SIPADES yang berguna membantu pemerintah desa mengelola aset-aset mereka. Perubahan regulasi yang dikeluarkan pemerintah mengakibatkan pembaharuan di aplikasi ini. Terkait dengan Permendagri Nomor 15, SIPADES diperbaharui menjadi SIPADES 3.0 pada tanggal pada tanggal 1 Agustus 2024.
Pembaharuan yang terdapat dalam SIPADES 3.0 termasuk fitur kodefikasi dan labelisasi aset sesuai dengan pedoman umum, yang diharapkan memudahkan keterbukaan dan akuntabilitas pengelolaan aset desa. SIPADES 3.0 juga dianggap lebih memudahkan kepala desa dan perangkatnya dalam menyajikan laporan kekayaan desa, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta meminimalkan kemungkinan kehilangan aset.
Pembaharuan tersebut berakibat keharusan meningkatkan kemampuan aparatur desa untuk dapat maksimal menggunakan SIPADES 3.0. Oleh karena itu, Pemkab Kutim menyelenggarakan Bimtek kepada 350 Sekretaris Desa dan Kepala Urusan (KAUR) umum dari 18 kecamatan se-Kutai Timur (Kutim).
Setelah mengikuti Bimtek yang diadakan 16-18 Oktober 2024 ini, peserta diharapkan mampu mengkonversi data lama ke dalam aplikasi SIPADES 3.0. Hal tersebut perlu dilakukan supaya pendataan dan pengelolaan aset sesuai dengan Permendagri nomor 13 tahun 2024.
Pjs. Bupati Kutim Agus Hari Kesuma dalam sambutannya menyatakan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Bimtek ini. Ia berharap pelatihan seperti ini tidak hanya berfokus pada aplikasi, tetapi juga peningkatan kapasitas perangkat desa. Agus menginginkan penggunaan aplikasi SIPADES juga dikombinasikan kreatifitas memanfaatkan aset-aset desa.
“Diperlukan juga studi tiru ke daerah yang sudah sukses menerapkan sistem ini. Setelah studi tiru, kita bisa mendapatkan intuisi yang akan memajukan daerah, bukan hanya dari segi sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia,” pungkasnya. (adv)















