SANGATTA – Semua pihak perlu terus berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Kutai Timur. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, yang juga sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), menegaskan perlunya komitmen tersebut diwujudkan dalam kerja sama lintas sektoral untuk mempercepat penurunan stunting di Kutim.
“Pembangunan keluarga yang kuat dan sejahtera harus dimulai dari memastikan bahwa anak-anak terbebas dari stunting. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Junaidi.
Pernyataan Achmad Junaidi itu dikeluarkan pada acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke -31 di Kabupaten Kutim. Acara dihadiri Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi yang datang mewakili Pjs Bupati Agus Hari Kesuma. Kemudian ada Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sunarto, pimpinan dan anggota DPRD Kutim, termasuk mitra-mitra kerja Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.
Laporan terbaru TPPS menyebutkan adanya penurunan yang cukup signifikan dalam jumlah keluarga rentan stunting di Kutim. Hasil Audit Kasus Stunting (AKS) memperlihatkan pada semester kedua tahun 2023 terdapat 19.900 keluarga rentan stunting. Angka tersebut menurun, terlihat penurunan di Juni 2024 menjadi 15.576 keluarga, dan menurun lagi pada September 2024 dengan jumlah 12.362 keluarga rentan sunting.
“Penurunan ini merupakan hasil dari kerja keras bersama. Namun, perjalanan kita masih panjang. Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masalah sosial yang perlu penanganan berkelanjutan,” tambah Junaidi.
Junaidi juga menekankan pentingnya pemantauan dan evaluasi terus-menerus untuk memastikan target penurunan stunting tercapai. Harapannya ke depan Kabupaten Kutim mewujudkan rencana memperkuat program edukasi dan penyuluhan bagi ibu hamil dan balita, serta memastikan penggunaan alat antropometri standar. Jaminan intervensi gizi tetap dilakukan, melalui program-program yang telah ada seperti PMT dan Dapur Dahsyat. (adv)















