SANGATTA – Demi menjaga integritas demokrasi di Kutai Timur, Pemuda Panca Marga dan Gerakan Anti Narkotika Nasional (Granat) mengambil langkah strategis dengan mengadakan pembekalan masyarakat guna mewujudkan pemilu yang bersih dan berintegritas. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah yang menganggap upaya ini sebagai bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam menjaga demokrasi.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Kabupaten, Poniso Suryo Renggono, hadir mewakili Pjs Bupati untuk memberikan dukungan langsung terhadap kegiatan ini. Dalam sambutannya, Poniso menekankan pentingnya pemilu dalam konteks menjaga keberlanjutan demokrasi di Indonesia. Ia menggarisbawahi bahwa partisipasi masyarakat adalah elemen penting dalam proses pemilu yang jujur dan adil.
“Pilkada adalah salah satu pilar demokrasi yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi dan memastikan pemilu berlangsung dengan jujur dan adil sangatlah krusial,” ujarnya.
Pembekalan ini melibatkan sejumlah tokoh, termasuk perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), mahasiswa, dan pelajar. Harapannya, peserta pembekalan ini dapat menjadi pengawas aktif dalam pemilu mendatang dan membantu mengidentifikasi potensi kecurangan yang dapat menciderai proses demokrasi.
Ketua Pemuda Panca Marga, H. Herlang Mapatiti, yang juga menjabat sebagai Ketua Granat Kutim, menegaskan komitmennya dalam mendukung pemilu yang bersih dan bebas dari pengaruh negatif. Menurut Herlang, ancaman seperti politik uang, kampanye hitam, dan praktik fitnah dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu.
“Semua upaya untuk menciderai demokrasi harus diminimalisir,” tegasnya. Ia berharap masyarakat, terutama anak-anak muda, dapat mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh untuk mengawal pemilu dengan baik.
Poniso menambahkan bahwa kerja sama antara elemen masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan iklim pemilu yang kondusif. Ia menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kejujuran pemilu tidak hanya ada pada lembaga resmi seperti KPU dan Bawaslu, tetapi juga pada seluruh masyarakat.
“Melalui pembekalan ini, kita berharap dapat membekali para pemantau dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya dengan baik,” imbuhnya.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata Pemuda Panca Marga dan Granat dalam mendukung demokrasi yang sehat. Inisiatif ini tidak hanya berhenti pada acara seremonial, tetapi diharapkan dapat diterapkan di lapangan. Dengan demikian, Kutai Timur dapat menjadi teladan bagi daerah lain dalam melaksanakan pemilu yang bersih, jujur, dan berintegritas. (adv)















