SANGATTA – Pjs Bupati Kutai Timur (Kutim) Agus Hari Kesuma membuka Workshop Training Legislatif yang digelar Sekolah Pertanian Kutai Timur (STIPER KUTIM), Kamis (3/10/2024). Acara berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim dengan diawali pemukulan gong oleh Pjs Bupati Kutim didampingi Ketua STIPER Ismail Fahmy Almadi, Ketua IKA STIPER Aleks Bhajo, dan BPM STIPER Gideon Sampeluna.
Workshop mengambil tema “Menciptakan Karakter Legislator Muda yang Berjiwa Nasionalis dan Berintegritas.” Tujuannya untuk membekali generasi muda tentang fungsi legislatif serta pentingnya integritas dalam menjalankan tugas legislator. Sejumlah narasumber hadir di acara ini, antara lain Erwin Febrian Syuhada, Aleks Bhajo, Faizal Rahman, dan Arsanty Handayani.
Dalam sambutannya, Pjs Bupati Kutim Agus Hari Kesuma mengatakan workshop ini sangat penting untuk memberi pemahaman generasi muda tentang fungsi-fungsi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), termasuk fungsi fraksi dan legislasi.
“Fungsi legislasi yang paling penting adalah rancangan peraturan daerah, baik melalui inisiatif eksekutif maupun legislatif. Tanpa legislatif dan eksekutif, pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik,” papar Agus.
Sementara itu, Ismail Fahmy Almadi, Ketua STIPER, menjelaskan kegiatan ini menjadi modal dasar bagi mahasiswa untuk memahami kinerja legislator kemudian menerapkannya di lingkungan kemahasiswaan.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk karakter yang nasionalis dan berintegritas sesuai tema yang diusung. Ini sangat penting karena kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi awal calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri di lingkungan kemahasiswaan,” kata Ismail.
Ismail menambahkan pelatihan ini akan menjadi bekal bagi mahasiswa ketika mereka lulus sebagai sarjana. Dengan demikian, mereka bisa menerapkannya di dunia nyata sebagai calon pemimpin yang berkualitas dan berintegritas.
“Pelatihan ini adalah pelatihan dasar, dan ke depan akan ada pelatihan lanjutan untuk memperdalam pengetahuan, seperti cara pembuatan undang-undang, serta menjaga wibawa dan kejujuran sebagai anggota legislatif yang baik,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya integritas dan sikap santun sebagai ciri khas yang harus dimiliki generasi muda Indonesia. Sikap ini harus dipertahankan agar bisa meraih sukses di masa depan.
“Integritas dan sikap santun adalah ciri khas kita sebagai bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Ini adalah modal utama dalam menjalankan peran sebagai legislator yang baik,” tutupnya. (adv)















