
KUTAI TIMUR, prasasti.co – Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman, mengingatkan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah serius dalam menghadapi krisis iklim. Menurut Faizal, dampak perubahan iklim sudah mulai dirasakan, baik melalui cuaca ekstrem, banjir, maupun kekeringan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah.
“Isu krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan, tapi sudah kita rasakan sekarang. Pemerintah harus mulai memperhatikan isu ini untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi. Kita tidak bisa lagi menutup mata,” tegas Faizal.
Faizal menekankan pentingnya langkah proaktif seperti penyusunan kebijakan ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Ia juga mengusulkan agar alokasi anggaran daerah mencakup program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
“Kita harus mulai dari sekarang. Penguatan infrastruktur hijau, rehabilitasi lahan kritis, hingga program edukasi lingkungan bagi masyarakat perlu menjadi prioritas,” tambahnya.
Faizal juga meminta agar kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat diperkuat untuk menghadapi dampak krisis iklim. Ia menekankan bahwa keberhasilan penanganan isu ini membutuhkan komitmen dari semua pihak.
Untuk diketahui berdasarkan informasi Pada 2023 silam, suhu global tercatat sekitar 1,48 C lebih hangat ketimbang rata-rata suhu era pra-industri tahun 1850-1900, kata badan iklim Uni Eropa.
Hampir setiap hari sejak bulan Juli terjadi peningkatan suhu udara global yang tertinggi sepanjang tahun ini, berdasarkan analisis BBC. Suhu permukaan laut tahun lalu juga memecahkan rekor sebelumnya. (ADV)















