Kukar – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah mengingatkan kepada seluruh BUMD yang ada di Kukar bahwa integritas harus menjadi fondasi utama dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Menurutnya, tanpa kepercayaan dan transparansi, BUMD tidak akan mampu berkembang secara optimal dan berkontribusi bagi daerah.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya tata kelola yang bersih, profesional, dan bebas dari kepentingan pribadi agar BUMD dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
“Segala sesuatu itu modal utamanya adalah kepercayaan. Seperti kerja sama ini, kalau tidak ada kepercayaan, maka tidak bisa berjalan,” ujar Edi saat menghadiri acara buka puasa bersama di PT MGRM pada Sabtu (15/3/25).
Ia juga mengingatkan agar pengelolaan BUMD tetap berada dalam koridor kepentingan publik, tanpa ada campur tangan kepentingan pribadi yang dapat merusak kepercayaan dan efektivitas perusahaan daerah.
“Jangan sampai ada kepentingan pribadi di dalamnya. Contohnya, jika mitra kerja sama menggunakan nama MGRM tetapi memasukkan perusahaan pribadinya, hal seperti itu tidak boleh terjadi sama sekali,” tegasnya.
Di Kukar, BUMD berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), keberadaannya juga diharapkan dapat membuka peluang usaha dan memperkuat sektor-sektor strategis seperti energi, pangan, serta jasa keuangan.
Namun, menurut Edi, keberhasilan BUMD tidak semata-mata diukur dari laba yang dihasilkan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam tata kelola perusahaan daerah.
“BUMD harus dikelola dengan profesional dan transparan, karena ini menyangkut kepentingan banyak orang. Jika kita bisa menjalankannya dengan benar, maka manfaatnya akan besar bagi daerah dan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)















