Kukar – Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-8 Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang digelar pada 14 April 2025 lalu.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini berjalan lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan, dengan dihadiri oleh masyarakat adat dari berbagai daerah di Nusantara.
Rakernas AMAN yang diselenggarakan di Kedang Ipil ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kecamatan Kota Bangun Darat, yang masih tergolong wilayah baru hasil pemekaran.
Keberhasilan menjadi tuan rumah acara berskala nasional ini membuktikan bahwa kecamatan yang baru ini siap dan mampu memberikan sambutan hangat serta menyelenggarakan kegiatan besar dengan baik.
Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya.
“Kami bersyukur Kedang Ipil dipilih sebagai lokasi Rakernas. Acara ini bukan hanya sekadar kegiatan, tetapi juga momen penting yang memperkenalkan Kecamatan Kota Bangun Darat di tingkat nasional,” ungkap Julkifli, Jumat (25/04/2025).
Ia mengatakan, penyelenggaraan Rakernas bukan hanya menjadi sebuah kebanggaan, tetapi juga membuka ruang baru bagi masyarakat dan pemerintah kecamatan untuk terlibat lebih dalam dalam isu-isu adat, termasuk soal pengakuan masyarakat hukum adat.
“Sampai hari ini, di Kukar belum ada masyarakat hukum adat yang diakui secara legal. Yang ada baru lembaga-lembaga adat di tingkat desa. Untuk mendapatkan pengakuan formal sebagai masyarakat hukum adat, dibutuhkan SK Bupati dan proses administrasi yang panjang,” terangnya.
Pemerintah Kecamatan, lanjut Julkifli, akan terus mendorong percepatan pengakuan tersebut dengan menjalin sinergi bersama desa, tokoh adat, dan lembaga terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Kami berkomitmen mendukung setiap langkah menuju pengakuan formal masyarakat hukum adat. Rakernas ini menjadi awal yang baik, semoga semangatnya bisa terus menyala di Kedang Ipil dan wilayah lainnya di Kota Bangun Darat,” tutupnya. (Adv)














