KUKAR – Sejumlah desa di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, masih belum terjangkau kendaraan roda empat karena minimnya infrastruktur jembatan. Kondisi ini menjadi perhatian serius Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, yang terus mendorong percepatan pembangunan jembatan penghubung antardesa.
Menurut Rakhmadani, akses fisik menjadi penentu utama jalannya pembangunan di wilayah pedalaman. Tanpa jalan dan jembatan yang memadai, distribusi logistik dan layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan sulit menjangkau masyarakat.
“Kalau tidak ada akses, pelayanan dan pembangunan tidak bisa maksimal,” ujarnya saat ditemui pada Rabu (4/6/2025).
Ia menyebutkan beberapa titik kritis yang sangat membutuhkan jembatan, antara lain jalur dari Desa Umaq Bekuai ke Desa Bila Talang, serta jalur Umaq Tukung ke Tabang Lama. Kedua wilayah ini hanya bisa dilintasi pejalan kaki atau kendaraan roda dua saat cuaca baik.
Untuk jalur Umaq Tukung menuju Tabang Lama, dibutuhkan bentangan jembatan sekitar 75 meter. Sementara jalur Sidomulyo ke Umaq Bekuai memerlukan jembatan lebih panjang, sekitar 120 meter, karena medan yang cukup sulit dan kondisi sungai yang lebar.
“Jalur Umaq Bekuai ke Bila Talang juga butuh jembatan segera. Kalau tidak, warga akan terus kesulitan membawa hasil panen atau mengakses layanan,” jelasnya.
Meski beberapa desa sudah bisa dijangkau kendaraan kecil, kendaraan besar seperti truk logistik masih kesulitan masuk, sehingga mempengaruhi harga kebutuhan pokok dan biaya distribusi barang.
Rakhmadani menyebut pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan pembangunan jembatan ini ke Dinas Pekerjaan Umum Kukar, namun keterbatasan anggaran membuat pembangunan belum bisa merata.
“Kami terus ajukan dan koordinasi. Harapannya anggaran tahun ini bisa mengakomodasi sebagian usulan penting itu,” ujarnya.
Pemerintah kecamatan berharap proyek jembatan ini bisa masuk dalam prioritas pembangunan karena menyangkut kebutuhan dasar warga.
Infrastruktur penghubung dinilai bukan hanya soal akses, tetapi juga pembuka peluang ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau jembatan sudah ada, semua bisa bergerak. Sekolah jadi mudah, hasil tani bisa dijual cepat, dan orang sakit bisa cepat ditangani,” pungkasnya.(Adv)















