KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendorong pertumbuhan komunitas hobi sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif lokal. Salah satu wujud nyatanya adalah Lomba Mancing Idaman yang digelar di Danau Wisata Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Sabtu (21/6/2025).
Acara tahunan yang kini memasuki edisi kelima itu tak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi telah menjelma sebagai titik temu komunitas mancing dari berbagai kecamatan.
Antusiasme peserta menjadi gambaran betapa besarnya potensi sektor hobi jika dikelola secara berkelanjutan. Bupati Kukar, Edi Damansyah, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menyalurkan minat warga, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi sekitar. Para pelaku UMKM turut dilibatkan untuk mengisi area bazar di lokasi kegiatan.
“Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mendorong perputaran ekonomi yang dikelola oleh komunitas UMKM,” ujarnya.
Tahun ini, kemeriahan lomba semakin terasa dengan kehadiran Dudit Widodo, bintang program Mancing Mania yang dikenal luas di kalangan pemancing nasional. Dudit tak sekadar hadir, tetapi juga memberikan edukasi dan teknik memancing profesional bagi peserta.
“Dalam kegiatan ini secara khusus juga hadir master Mancing Mania dan tokoh nasional Pak Dudit Widodo, yang kita undang untuk memberi semangat sekaligus edukasi,” ucap Edi.
Kehadiran tokoh nasional itu dinilai memberi nilai tambah besar bagi Kukar, khususnya dalam memperluas promosi potensi daerah ke tingkat nasional. Edi berharap, branding kegiatan seperti ini bisa mengangkat nama Kukar lebih jauh.
“Ada harapan juga karena ini tokoh nasional, mungkin bisa membantu mengangkat nama Kutai Kartanegara,” tambahnya.
Edisi kelima Lomba Mancing Idaman ini juga memperkuat posisi Kukar sebagai kabupaten yang serius menggarap olahraga masyarakat berbasis komunitas. Hampir di setiap kecamatan, terdapat kelompok pemancing aktif yang menunjukkan daya hidup komunitas yang kuat.
“Saya mengapresiasi bahwa ternyata di Kutai Kartanegara ini, yang gemar mancing cukup banyak dan bahkan memiliki komunitas-komunitas yang aktif di berbagai kecamatan,” ungkap Edi.
Melalui ajang seperti ini, pemerintah ingin membentuk ekosistem sosial baru yang mampu menyalurkan hobi secara sehat, memperkuat solidaritas warga, dan sekaligus menciptakan peluang ekonomi lokal.
“Harapan saya, kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi para komunitas mancing untuk menyalurkan kesenangannya. Tentu saja ada efek berganda atau multiplier effect yang ditimbulkan dari kegiatan ini,” pungkasnya. (Adv)















