TENGGARONG – Di tengah kondisi anggaran yang belum sepenuhnya stabil, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara menegaskan bahwa dukungan terhadap olahraga tradisional tetap menjadi prioritas. Hal ini disampaikan Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah, yang menekankan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pembinaan melalui kemitraan dengan KORMI Kukar.
Syafliansyah menjelaskan bahwa olahraga tradisional bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi bagian dari warisan budaya yang harus dijaga. Karena itu, pemerintah daerah memastikan tetap hadir meski kapasitas anggaran terbatas.
“Kami selalu memberikan dukungan terhadap olahraga tradisional,” tegasnya.
Dispora Kukar juga tercatat memberikan dukungan logistik dan pendampingan saat atlet-atlet olahraga tradisional berangkat mengikuti ajang nasional di Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu. Langkah tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa pembinaan tidak berhenti pada tataran lokal.
Selain mengawal keikutsertaan atlet dalam ajang nasional, Dispora turut terlibat dalam pelaksanaan olahraga tradisional pada Erau Festival dan Pekan Olahraga Nasional Masyarakat (Pornas). Program tersebut memperlihatkan eratnya hubungan Dispora dengan KORMI dalam menghidupkan kembali permainan-permainan tradisional di masyarakat.
“Keterlibatan pemerintah bukan sekadar pengakuan, tetapi bentuk tanggung jawab bersama dalam melestarikannya,” jelas Syafliansyah.
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam pengembangan cabang olahraga masyarakat. Namun komitmen tetap harus berjalan agar pembinaan tidak terhenti.
“Kerja ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Prinsipnya, ini kerja bersama,” tutupnya.















