TENGGARONG – Memasuki tahun ketiga, kerja sama pengelolaan kebun sawit antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara dengan BUMDes Teluk Dalam dinilai berjalan stabil dan sesuai arah yang telah disepakati. Kemitraan yang berlangsung selama lima tahun ini kini memasuki fase penting menjelang audit pada tahun depan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi menjadi agenda rutin setiap tahun. Namun memasuki tahun ketiga, pengawasan dilakukan lebih seksama karena hasil audit akan menentukan skema pendapatan serta pola kewajiban pihak pengelola ke depan.
“Sejauh ini pengelolaan berjalan baik. Tidak ada persoalan berarti, dan kewajiban pihak ketiga selalu dilaporkan sesuai kesepakatan,” ujar Aji.
Ia mengakui bahwa tidak semua rincian kewajiban bulanan dan tahunan diingat secara rinci, tetapi seluruh laporan yang diterima Dispora sejauh ini lengkap dan tepat waktu. Hal tersebut menjadi indikator utama bahwa pola pengelolaan telah berada di jalur yang benar.
Selain aspek administrasi, kondisi lapangan juga menjadi perhatian. BUMDes Teluk Dalam disebut menjalankan jadwal rutin untuk menjaga kebersihan kawasan kebun sawit yang termasuk dalam area kerja sama.
“Tidak semua area masuk kontrak. Hanya zona yang ditanami sawit dan sudah ditetapkan sejak awal,” jelasnya.
Pembagian area yang jelas disebut membuat pengelolaan lebih efektif, menghindari tumpang tindih, dan mempermudah proses evaluasi tahunan.
Aji berharap kemitraan ini mampu memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi desa maupun daerah, terutama setelah audit tahun depan memberikan gambaran yang lebih detail mengenai potensi pendapatan.
“Harapannya kerja sama ini semakin rapi, transparan, dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” tutupnya.















