TENGGARONG – Melihat meningkatnya minat anak muda terhadap olahraga ekstrem, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara mulai menyiapkan ekosistem pendukung bagi cabang-cabang olahraga alternatif. Tidak hanya mengutamakan olahraga populer seperti sepak bola atau voli, Dispora kini memberi perhatian khusus pada perkembangan pushback, skateboarding, hingga BMX freestyle yang digerakkan oleh komunitas.
Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menegaskan bahwa fasilitas olahraga ekstrem yang telah dibangun tidak boleh menjadi monumen semata. Ia mendorong komunitas untuk memanfaatkan sarana yang tersedia sebagai ruang produktif bagi pembinaan atlet.
“Kalau sudah dibangun, jangan cuma dilihat, tapi dipakai. Kita ingin fasilitas ini menjadi ruang produktif,” tegas Ari.
Selama ini, komunitas pushback di Kukar sering mengalami kesulitan mencari tempat latihan tetap. Mereka kerap berpindah-pindah dari parkiran hotel, halaman pendopo, hingga area publik yang tidak dirancang untuk aktivitas olahraga ekstrem. Kondisi tersebut dinilai membatasi perkembangan teknik dan konsistensi latihan.
Dispora Kukar menjadikan masalah ini sebagai rujukan dalam merancang fasilitas baru dan memastikan komunitas mendapat tempat yang layak. Bukan hanya menyediakan area latihan, Dispora juga membuka peluang dukungan bagi penyelenggaraan event yang memiliki konsep jelas dan membawa dampak positif.
“Event dengan konsep yang rapi dan memberi manfaat akan lebih mudah mendapat dukungan fasilitas maupun hadiah,” ujar Ari.
Ia berharap komunitas tidak hanya berhenti sebagai kelompok hobi, tetapi dapat melahirkan atlet-atlet potensial. Olahraga ekstrem, menurutnya, bukan sekadar ajang adrenalin, tetapi wadah kreativitas yang berpeluang besar menciptakan prestasi.
“Kami ingin lahir atlet-atlet baru dari olahraga alternatif yang kelak bisa mengharumkan nama Kukar di tingkat nasional,” tutupnya.
Dengan kolaborasi yang kuat dan pemanfaatan fasilitas publik secara optimal, Dispora Kukar optimistis ekosistem olahraga ekstrem dapat berkembang menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda.















