KUKAR – Nelayan di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dipersiapkan untuk mendapatkan akses bahan bakar melalui pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Proyek tersebut mulai dikerjakan setelah perizinannya terbit, dengan PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) menanggung seluruh kebutuhan modal.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pembangunan SPBN Anggana merupakan bagian dari penugasan pemerintah daerah untuk mendukung kebutuhan nelayan. Fasilitas ini diharapkan dapat segera diselesaikan agar bisa digunakan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada sektor perikanan.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Aulia, pembangunan SPBN masih berada pada tahap awal.
Aulia menyebut progres pengerjaan saat ini diperkirakan baru mencapai 10 persen, sehingga masih diperlukan tahapan lanjutan hingga fasilitas tersebut siap beroperasi.
Menurutnya, terbitnya izin menjadi salah satu perkembangan penting dalam proses pembangunan. Dengan persyaratan perizinan yang telah dipenuhi, pengerjaan diharapkan dapat dilanjutkan tanpa terkendala persoalan modal.
“Perizinannya sudah keluar dan pembangunan juga mulai berjalan. Kami berharap proses selanjutnya bisa dipercepat supaya SPBN ini segera dimanfaatkan oleh nelayan Anggana,” kata Aulia.
Dari sisi pendanaan, pemerintah daerah memastikan kesiapan modal untuk proyek tersebut. MGRM akan menanggung pembiayaan secara penuh, sehingga kebutuhan dana tidak menjadi hambatan dalam melanjutkan pembangunan.
Aulia menegaskan, dukungan perusahaan daerah tersebut menjadi bagian dari upaya merealisasikan fasilitas yang dibutuhkan nelayan. Kepastian pembiayaan diharapkan membantu proses pengerjaan berjalan sesuai rencana.
“Seluruh kebutuhan modal untuk pembangunan SPBN ini sudah siap melalui MGRM. Tinggal kita lanjutkan proses pembangunannya agar fasilitas ini bisa segera digunakan oleh nelayan,” ungkapnya.
Keterlibatan MGRM dalam proyek ini tidak hanya mencakup penyediaan dana. Berdasarkan penjelasan Aulia, perusahaan daerah tersebut juga akan menjadi pemilik SPBN yang dibangun di Anggana.
Selain di Anggana, pengembangan SPBN juga menjadi bagian dari penugasan pemerintah daerah di wilayah hulu Kukar. Rencana tersebut menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas bahan bakar bagi nelayan tidak hanya difokuskan pada satu kawasan.
Aulia berharap keberadaan SPBN dapat mendukung aktivitas nelayan, terutama dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk melaut. Penyelesaian pembangunan menjadi tahapan yang ditunggu agar fasilitas tersebut segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap pembangunan SPBN Anggana bisa segera rampung, sehingga nelayan dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk menunjang kegiatan mereka sehari-hari,” pungkas Aulia. (Adv)















