KUKAR – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Hotel Grand Fatma, Kecamatan Tenggarong, Rabu (28/10/2026).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya membangun hubungan kemitraan antara pemerintah daerah dan partai politik. Ia berharap kepengurusan PKB yang baru dapat mengambil bagian dalam mendukung agenda pembangunan di daerah.
Aulia menyebut, pengukuhan pengurus bukan sekadar pergantian atau penetapan struktur organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Kami menyambut baik terbentuknya kepengurusan baru DPC PKB Kukar. Selamat menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi, semoga ke depan semakin banyak kontribusi yang bisa diberikan untuk kemajuan daerah,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan visi Kukar Idaman Terbaik membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.
Pemerintah daerah, kata dia, perlu membuka ruang komunikasi dan membangun kerja bersama dengan partai politik agar pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut Aulia, PKB memiliki basis pendukung yang jelas di Kukar sehingga keberadaan partai tersebut menjadi bagian dari unsur politik yang dapat diajak berdiskusi dan bekerja sama dalam mendorong kemajuan daerah.
“Bagi kami, pembangunan Kukar harus dikerjakan secara bersama-sama. Pemerintah daerah tentu membutuhkan masukan, dukungan, dan keterlibatan partai politik agar cita-cita menjadikan Kukar lebih baik bisa diwujudkan,” tuturnya.
Selain membahas sinergi pembangunan, Aulia turut mengingatkan pentingnya tanggung jawab para politisi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai, keterlibatan dalam politik memberikan ruang bagi seseorang untuk ikut menentukan arah kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan warga.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang memiliki peran dalam pengambilan keputusan agar tidak hanya berfokus pada kepentingan organisasi masing-masing, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat secara luas.
“Peran politik harus bisa memberikan arti bagi masyarakat. Kita memiliki kesempatan untuk menyumbangkan gagasan dan mengambil keputusan, sehingga kesempatan itu hendaknya dimanfaatkan untuk mendorong kesejahteraan dan kemakmuran warga Kukar,” pungkasnya. (Adv)














