KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mempertimbangkan pemanfaatan gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Tenggarong Seberang sebagai bagian dari penataan kebutuhan perkantoran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menjelaskan bahwa pengelolaan gedung tersebut perlu disesuaikan dengan aktivitas yang akan dijalankan. Pemerintah daerah membuka kemungkinan menempatkan bagian yang menangani urusan pendidikan dan pelatihan agar fasilitas itu dapat digunakan sesuai peruntukannya.
“Penempatannya masih kita kaji. Kita ingin Gedung Diklat di Tenggarong Seberang bisa dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan ASN,” ujar Aulia.
Gedung tersebut, sambung Aulia, juga berpotensi mendukung pelaksanaan pelatihan bagi ASN, terutama untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Tak hanya menyasar kalangan pegawai, fasilitas di Tenggarong Seberang itu turut disiapkan untuk mendukung program Kukar Siap Kerja yang dijalankan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kukar.
Dengan skema tersebut, kata dia, pelaksanaan pelatihan diharapkan lebih efisien dan kesempatan masyarakat untuk mengikuti program peningkatan keterampilan bisa semakin luas.
Aulia mengatakan, penggunaan Gedung Diklat untuk program Kukar Siap Kerja menjadi hal yang sedang diarahkan pemerintah daerah, bersamaan dengan pemanfaatannya bagi kegiatan pengembangan kompetensi ASN.
“Kalau tempatnya bisa kita fasilitasi, biaya yang dikeluarkan penyelenggara tentu bisa lebih ringan. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang bisa mengikuti pelatihan dan mendapatkan manfaatnya,” ungkapnya.
Wacana pemindahan kantor BKPSDM ke Tenggarong Seberang masih dalam tahap pertimbangan. Pemkab Kukar juga perlu menyesuaikan pengelolaan gedung dengan kebutuhan kedinasan dan pelaksanaan program pelatihan agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. (Adv)















