Samarinda – Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan dugaan pengurangan volume Minyakita dalam kemasan 1 liter yang ternyata hanya berisi 750 mililiter. Isu ini mencuat setelah sebuah video viral di TikTok dari akun @miepejuang, yang telah ditonton lebih dari 1,5 juta kali.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani bin Husein, langsung bergerak cepat dengan membeli Minyakita dari tiga toko berbeda di Samarinda untuk mengukur volume minyak yang sebenarnya.
“Nah ini kan pas ya 1000 ml, berarti kita coba yang dijual dalam bentuk botolan,” ungkapnya di ruangannya pada 11 Maret 2025.
Namun, Sani tidak menemukan minyak dalam bentuk botolan yang diduga mengalami pengurangan volume. Meski begitu, ia menemukan bahwa harga jual Minyakita di Samarinda berkisar antara Rp19.000 hingga Rp22.000 per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1028.
“Saya tidak tahu apakah ini karena biaya distribusi atau faktor lain, tetapi yang jelas aturan pemerintah sudah ada,” kata Sani, Selasa (11/3/2025).
Ia mendesak pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengawasi harga Minyakita yang melambung di pasaran.
Selain itu, meski belum menemukan kasus pengurangan volume di Samarinda, ia menyoroti laporan dari daerah lain yang mengindikasikan adanya selisih hingga 200 mililiter dalam kemasan minyak tersebut.
Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Sani meminta Dinas Perindustrian dan Koperasi Kota Samarinda segera melakukan inspeksi pasar.
Menurutnya, lonjakan harga ini bisa berdampak pada daya beli masyarakat, terutama pedagang kecil yang bergantung pada minyak goreng untuk usaha mereka.
“Saya harap OPD terkait segera turun tangan. Jangan sampai masyarakat dirugikan, baik dari sisi harga maupun volume. Ini menyangkut kepentingan banyak orang,” tegasnya. (Adv/DPRD Samarinda)














