Samarinda – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 H, Komisi II DPRD Kota Samarinda berkomitmen menjaga stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako).
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, memastikan pihaknya akan melakukan pemantauan langsung serta menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi lonjakan harga.
“Kami masih terus memantau harga-harga di pasar. Jika diperlukan, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga,” ujar Iswandi kepada wartawan (8/3/2025).
Komisi II DPRD Samarinda telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk memantau pergerakan harga sembako di pasar tradisional dan modern.
Pemantauan ini dilakukan secara berkala guna mendeteksi potensi kenaikan harga yang tidak wajar.
Iswandi menegaskan, jika terjadi gejolak harga, pihaknya akan meminta Bulog dan BUMN pangan untuk segera menggelar operasi pasar.
Ia juga memastikan stok pangan di Samarinda dalam kondisi aman, sehingga tidak ada alasan bagi pedagang menaikkan harga secara sepihak.
“Setiap menjelang Ramadan, konsumsi masyarakat meningkat. Kami ingin memastikan ketersediaan barang tetap aman dan harga tetap terjangkau,” kata legislator dari daerah pemilihan Samarinda Ulu ini.
Selain sembako, Komisi II juga akan memantau harga kebutuhan pokok lainnya seperti gas elpiji dan bahan bakar minyak (BBM). Koordinasi dengan Pertamina terus dilakukan agar pasokan energi tetap stabil.
Masyarakat pun diimbau untuk proaktif melaporkan jika menemukan praktik kecurangan, seperti penimbunan barang oleh oknum pedagang. Laporan bisa disampaikan langsung ke DPRD atau dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti.
“Jangan sampai ada yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk mengambil keuntungan sepihak. Kami siap mengawal agar harga tetap stabil dan pasokan aman,” tegasnya.
Selain mengendalikan inflasi, DPRD Samarinda juga akan mengevaluasi efektivitas program bantuan sosial selama Ramadan.
Iswandi menegaskan bahwa bantuan harus tepat sasaran dan disalurkan tepat waktu agar dapat meringankan beban masyarakat prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan pangan selama bulan puasa. (Adv/DPRD Samarinda)















