Kukar – Selama ini, anak terlantar sering dianggap sebagai mereka yang hidup di jalanan tanpa orang tua dan tempat tinggal. Padahal, kenyataannya keterlantaran tidak selalu seperti itu.
Banyak anak yang masih tinggal bersama orang tua tetapi tetap mengalami keterlantaran karena kurangnya perhatian dan pengasuhan yang layak.
“Jadi anak terlantar itu kita jangan menganggap anak terlantar itu adalah anak terlantar yang di jalanan. Anak terlantar itu bisa di rumah, orang tuanya lengkap, tapi bisa terlantar,” ujar Plt Kepala Dinas Sosial Kutai Kartanegara, Yuliandris, Sabtu (8/3/2025).
Ia menjelaskan bahwa keterlantaran tidak hanya terjadi pada anak yang tidak memiliki orang tua, tetapi juga bisa dialami oleh anak yang memiliki keluarga namun tidak mendapatkan pengasuhan yang layak.
Beberapa faktor seperti kemiskinan, kurangnya kepedulian orang tua, hingga kondisi sosial tertentu dapat membuat seorang anak masuk dalam kategori anak terlantar.
“Meskipun orang tuanya lengkap, tapi anak itu tidak terurus, maka itu juga jika dikatakan anak itu terlantar,” lanjutnya.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinas Sosial Kukar telah menjalankan berbagai program bantuan seperti bantuan tunai, bantuan permakanan, hingga pembinaan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Saat ini, terdapat sekitar 18 lembaga kesejahteraan sosial anak yang dikelola oleh masyarakat di Kukar. Lembaga-lembaga ini berperan penting dalam memberikan perlindungan serta pengasuhan yang lebih baik bagi anak-anak terlantar.
Selain itu, Pemkab Kukar juga memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Sosial Loka Bina Karya di Bukit Biru yang secara khusus menangani anak-anak terlantar.
Namun, panti ini sempat tutup beberapa tahun karena kewenangannya diambil alih oleh provinsi, sehingga pelayanan menjadi terbatas.
“Sekarang anaknya kalau tidak salah sekitar 11 atau 12 orang. Karena fasilitasnya sekarang lama-lama tak terurus, insya Allah kita akan rehab juga pantinya itu,” pungkasnya. (Adv)














