KUKAR – Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus berupaya mengangkat potensi lokal melalui dua jalur sekaligus: pelestarian budaya dan pemanfaatan teknologi digital.
Pemerintah kecamatan mendorong pelaku UMKM dan seniman tradisional tampil di berbagai festival sambil membuka akses pemasaran lewat internet berbasis satelit.
Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya menggerakkan kolaborasi antara pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha lokal untuk membentuk ekosistem usaha yang berkelanjutan. PKK dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) menjadi mitra aktif dalam pengembangan program tersebut.
“Kami ingin UMKM dan seni tradisional tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang. Karena itu, kolaborasi dengan organisasi lokal sangat kami dorong,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).
Salah satu momentum penting yang dimanfaatkan adalah peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) tingkat kabupaten. Dalam ajang ini, Tabang rutin menampilkan berbagai produk unggulan dan seni khas desa.
“Kami libatkan kelompok kreatif dalam event seperti HKG. Itu jadi panggung yang bagus untuk memperkenalkan potensi daerah kami,” ucap Rakhmadani.
Pada gelaran HKG terbaru, misalnya, kelompok pelajut dari Desa Buluk Sen mendapat kesempatan tampil. Kelompok ibu rumah tangga ini menampilkan aneka anyaman rotan yang tak hanya bernilai ekonomi, tapi juga menjadi bagian dari pelestarian tradisi.
“Mereka membuktikan bahwa pelaku usaha di daerah terpencil pun punya daya saing,” tambahnya.
Namun, keterbatasan akses internet masih menjadi tantangan, terutama dalam pemasaran digital. Banyak desa di Tabang belum terjangkau jaringan fiber optik maupun sinyal seluler yang stabil.
“Sinyal sering lambat, apalagi saat cuaca buruk. Ini menyulitkan pelaku usaha yang ingin memasarkan produknya secara online,” jelasnya.
Untuk menjawab masalah itu, pemerintah kecamatan mendorong pemanfaatan internet satelit seperti Starlink. Beberapa desa telah memulai inisiatif mandiri untuk memasangnya.
“Ada desa yang sudah mulai pakai Starlink, dan hasilnya cukup membantu. Ini bisa jadi solusi untuk wilayah terpencil seperti Tabang,” kata Rakhmadani.
Ia berharap kombinasi antara teknologi dan promosi budaya bisa memperluas pasar produk lokal sekaligus memperkuat identitas kultural Tabang.
“Kami siap mendampingi UMKM dan seniman lokal, baik dari sisi pelatihan, promosi, maupun penyediaan akses digital,” pungkasnya. (Adv)















