TENGGARONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara menegaskan arah pembinaan olahraga tidak akan digeser hanya demi mengejar medali instan. Pemerintah daerah memilih memperkuat regenerasi atlet sebagai strategi jangka panjang agar prestasi Kukar tetap berkelanjutan.
Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah, menyebut bahwa sebagian besar atlet yang mewakili Kukar dalam berbagai kejuaraan saat ini masih berada di jenjang sekolah menengah pertama. Kondisi ini dinilai sebagai modal besar dalam pembentukan karakter dan kualitas atlet masa depan.
“Daerah lain banyak yang bawa atlet SMA. Kita justru bagus karena atlet kita masih SMP. Perjalanannya masih jauh,” ujarnya saat memantau perkembangan capaian sementara atlet Kukar.
Selain regenerasi, Dispora Kukar memastikan dukungan merata untuk semua cabang olahraga. Syafliansyah menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memusatkan perhatian hanya pada satu cabang saja.
“Kami bukan hanya fokus Aquatic. Semua cabor kami dukung,” tegasnya.
Meski Kukar berada di posisi tiga klasemen sementara, Dispora menilai raihan tersebut tidak bisa dianggap sebagai penurunan. Menurut Syafliansyah, jumlah atlet Kukar yang lebih sedikit dibanding daerah lain membuat peluang meraih medali juga tidak sebanyak pesaing.
Ia menjelaskan bahwa Kukar mengirimkan 303 orang yang terdiri dari pelatih dan atlet dari 14 cabang olahraga. Beberapa nomor pertandingan terpaksa dilewati karena keterbatasan jumlah atlet pada kategori tertentu.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pencapaian atlet tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Regenerasi dan pembinaan berjenjang merupakan kunci utama dalam mencetak prestasi stabil di masa depan.
“Kalau kita hanya mengejar emas hari ini, Kukar bisa kehilangan generasi terbaik dua atau tiga tahun nanti. Pembinaan jangka panjang jauh lebih penting,” tutupnya.
Dengan pendekatan berorientasi masa depan, Dispora Kukar optimistis bahwa pembinaan atlet muda akan menghasilkan prestasi yang lebih konsisten dan kuat dalam beberapa tahun mendatang.















