TENGGARONG – Gerakan Pramuka Kutai Kartanegara menyiapkan strategi baru untuk memperkuat pembinaan dan prestasi dalam lima tahun ke depan. Ketua Kwartir Cabang Kukar terpilih, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor akan menjadi poros utama untuk mendorong transformasi gerakan pramuka di daerah.
Ali menyampaikan bahwa setiap tahapan pembinaan harus dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan organisasi perangkat daerah (OPD) pemilik Satuan Karya. Pendekatan ini dinilai penting agar latihan kepramukaan tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga memberikan kompetensi teknis yang relevan bagi peserta didik.
“Setiap proses pembinaan harus dibangun interaktif antara pemerintah, sekolah, dan Saka. Dengan begitu, pramuka tidak sekadar membentuk karakter, tetapi juga keahlian,” ujarnya.
Dengan beban belajar yang semakin kompleks, Ali menilai pramuka perlu menghadirkan aktivitas yang berbeda dari organisasi lain di sekolah. Karena itu, rancangan program ke depan diarahkan untuk memperkuat karakter, kemandirian, serta keterampilan abad 21 seperti komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan pemecahan masalah.
Dispora Kukar juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pembina pramuka. Pelatihan intensif, termasuk penguatan etika dan profesionalisme, akan menjadi agenda wajib bagi para pembina.
“Pramuka harus menjadi ruang aman bagi peserta didik. Pembina wajib bekerja profesional,” tegasnya.
Dengan strategi kolaboratif, penguatan inovasi kegiatan, dan peningkatan kualitas pembina, Kwarcab Kukar menargetkan menjadi salah satu daerah dengan pembinaan pramuka terbaik di Kalimantan Timur.















