TENGGARONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menerapkan sistem akses terbatas di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang. Kebijakan ini dianggap penting untuk menjaga kualitas stadion yang menjadi salah satu ikon olahraga di Kukar serta memastikan keamanan kawasan tetap terkontrol.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa pengawasan lebih ketat diperlukan karena stadion dan bangunan pendukungnya membutuhkan pemeliharaan rutin dengan biaya tidak sedikit. Akses yang terlalu bebas, menurutnya, berpotensi merusak fasilitas dan menyulitkan pengawasan.
“Penutupan beberapa jalur bukan pembatasan, tapi pengamanan. Kami harus memastikan aset nasional ini terjaga,” tegas Ali.
Dispora telah melakukan sosialisasi sebelum kebijakan diberlakukan agar masyarakat memahami tujuannya. Ali memastikan warga tetap diperbolehkan masuk apabila memiliki kebutuhan mendesak.
“Boleh masuk pada kondisi mendesak, cukup menghubungi petugas kami,” ujarnya.
Saat ini, jam operasional stadion ditetapkan pada pukul 06.00–23.00 WITA. Namun Dispora Kukar tengah mempertimbangkan pengurangan jam menjadi hingga pukul 22.00 WITA. Hal ini dilakukan demi efektivitas pengawasan mengingat jumlah tenaga keamanan yang mulai berkurang.
“Jika kami memaksakan jam lebih panjang, pengawasan justru tidak efektif,” jelasnya.
Meski demikian, kegiatan masyarakat tetap bisa dilakukan di luar jam operasional selama ada koordinasi dengan petugas. Ali juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang semakin peduli terhadap kelestarian fasilitas stadion.
“Masyarakat sudah paham dan turut menjaga stadion. Ini jadi contoh kolaborasi yang baik,” pungkasnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperpanjang usia pakai fasilitas Stadion Aji Imbut sekaligus menjaga kenyamanan pengunjung.















