TENGGARONG – Meskipun harus puas berada di posisi tiga besar pada ajang POPDA Kaltim 2025, Kontingen Kutai Kartanegara (Kukar) tetap menunjukkan performa stabil. Namun Dispora Kukar menegaskan bahwa peringkat bukan satu-satunya patokan keberhasilan—justru menjadi momentum memperbaiki pola pembinaan atlet pelajar.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyatakan bahwa pencapaian tersebut masih sesuai ekspektasi, mengingat selisih persaingan dengan daerah lain cukup ketat. Namun ia menekankan pentingnya pembenahan sistem untuk meningkatkan daya saing atlet muda Kukar di masa mendatang.
“Kalau masih tiga besar, tidak ada yang keliru. Tetapi kita tidak boleh puas. Ini menjadi tanda bahwa pembinaan harus ditingkatkan,” ujar Ali.
Dispora menyoroti bahwa sebagian pembinaan atlet masih berjalan intens hanya menjelang turnamen besar. Pola ini dinilai tidak cukup untuk menghasilkan atlet pelajar yang kuat dan berkelanjutan. Menurut Ali, pembinaan harus dimulai sejak dini dengan pendekatan terstruktur dan melibatkan lebih banyak sekolah serta klub.
“Kita harus perkuat pembinaan dari awal, bukan hanya saat mau bertanding,” tegasnya.
Meski berada di peringkat ketiga, harapan untuk menambah pundi medali masih terbuka, terutama melalui cabang olahraga sepak bola yang saat ini menunjukkan performa dominan di fase awal.
Selain mengevaluasi prestasi, POPDA juga menjadi ajang meninjau kualitas pelatih, efektivitas pembinaan klub pelajar, hingga proses scouting atlet berbasis data ke sekolah-sekolah. Dispora menilai bahwa perbaikan manajemen pembinaan merupakan langkah wajib agar prestasi Kukar tidak stagnan.
Ali menegaskan bahwa POPDA harus dipahami sebagai indikator proses pembinaan, bukan sekadar pertarungan medali.
“Prestasi hanya mengikuti pembinaan yang benar. Kalau itu diperbaiki, hasil ke depan jauh lebih baik,” pungkasnya.















