TENGGARONG – Gelaran Blukar 2025 di Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, tidak hanya menghadirkan sensasi tantangan medan ekstrem bagi para pencinta trail, tetapi juga membawa dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat. Event sport tourism yang diinisiasi oleh Dispora Kutai Kartanegara ini kembali menunjukkan bagaimana kegiatan olahraga dapat membuka peluang pendapatan bagi warga.
Sejak pagi, ratusan peserta dan penonton memadati area kegiatan. Pedagang makanan, minuman, hingga penjual peralatan sederhana merasakan langsung tingginya permintaan. Sebagian pelaku UMKM bahkan mengaku dagangannya ludes sebelum acara selesai.
Rupanya keuntungan tidak hanya dinikmati pedagang. Warga yang menyediakan jasa parkir, penyewaan tenda, hingga layanan tambahan bagi peserta juga mendapat pemasukan tambahan. Hal ini memperkuat peran masyarakat sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan event.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa konsep sport tourism harus memberi nilai bagi warga, bukan hanya sebatas aktivitas olahraga.
“Sport tourism itu ketika olahraga menjadi pintu bagi perputaran ekonomi. Dan itu terjadi di Kembang Janggut,” ucap Ali.
Blukar tahun ini menempuh rute sepanjang 11 kilometer yang didominasi pasir silika—tantangan khas yang membuat event ini mendapat atensi dari komunitas trail nasional. Meski banyak peserta tumbang di tengah trek, justru kondisi ekstrem tersebut membuat Blukar Kembang Janggut dinilai layak kembali menjadi tuan rumah di tahun berikutnya.
Selain UMKM, komunitas trail lokal ikut dilibatkan sebagai panitia pelaksana. Tidak hanya itu, pelaku seni dari Kota Bangun turut meramaikan acara sebagai pengisi hiburan. Blukar 2025 berhasil menarik lebih dari 400 rider dari total 550 pendaftar daring, menandakan antusiasme tinggi terhadap event ini.
Ali memastikan bahwa Blukar ke depan tetap menggunakan konsep rotasi kecamatan sebagai upaya mengangkat potensi alam dan karakter unik di setiap wilayah di Kukar.















