Balikpapan – Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Balikpapan beserta Diskusi Publik telah dilaksanakan di Rumah Jabatan Walikota pada Sabtu, 6 Juli 2024.
Acara pelantikan ini mengusung tema “GMNI sebagai Kompas Perjuangan Marhaenis” dan Diskusi Publik bertema “Potret Sosial: IKN Berkelanjutan Untuk Siapa?”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Balikpapan Bapak Rahmat Mas’ud, S.E., M.E., Ketua Bawaslu Kota Balikpapan Wasanti S.H., M.H., dan Komisioner KPU PPU Saeun Mu’arif.
Dalam acara ini, Maha resmi dilantik sebagai Ketua Cabang GMNI Balikpapan, didampingi oleh Sarinah Kiki Aulia sebagai sekretarisnya. Pelantikan dilakukan oleh pengurus DPD GMNI Kaltim.
Dodi Prabowo, Ketua DPD GMNI Kaltim yang melantik pengurus DPC GMNI Balikpapan, menekankan pentingnya penerapan Pancalogi GMNI sepanjang masa kepengurusan.
“GMNI perlu menjadi tempat berpikir dan kritis, maka penting untuk dapat menerapkan Pancalogi GMNI dalam satu periode ke depan,” ujar Dodi.
Walikota Balikpapan, Bapak Rahmat Mas’ud, S.E., M.E., menyampaikan pesan penting tentang kontribusi mahasiswa dalam pembangunan Kota Balikpapan ke depan. “GMNI adalah tempat mahasiswa berkembang, maka perlu ada perkembangan ide-ide yang dapat diberikan kepada Kota Balikpapan,” katanya.
Ketua GMNI terpilih, Maha Sakti Esa Jaya, juga menekankan pentingnya kontribusi GMNI melalui gerakan Youth Movement di Kota Balikpapan.
“Youth Movement adalah alternatif gerakan yang dapat dibangun oleh pemuda Kota Balikpapan. Mari kita bersama-sama bergerak dan bersinergi ke depannya,” tuturnya.
Acara pelantikan ini menjadi tahapan penting dalam menetapkan arah perjuangan GMNI Balikpapan ke depan.
“Proses panjang dari Konfercab sudah selesai, saat ini adalah momen untuk meneguhkan arah perjuangan GMNI dalam satu periode ke depan,” ungkap Maha.
Diskusi yang menjadi rangkaian acara pelantikan menghadirkan narasumber Mangara Tua Silaban, S.H., M.H. (Direktur SILABAN LAW OFFICE), Mangara Maidlando Gultom, S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Balikpapan), dan Husen Suwarno (Oikos Nusantara).
Melalui diskusi ini, GMNI Balikpapan menegaskan bahwa pembangunan IKN Berkelanjutan perlu menjadi perhatian seluruh masyarakat Kalimantan Timur.
“Dampak pembangunan IKN perlahan-lahan telah dirasakan oleh masyarakat sekitar, maka penting bagi masyarakat Kaltim untuk mengambil bagian dalam mengkritisi setiap perkembangan yang ada,” kata Maha.
Acara pelantikan ini menandai komitmen GMNI Balikpapan untuk hadir sebagai Organ Kritis di Kota Balikpapan.














