Opini – Sebagai lembaga pendidikan yang seharusnya mengedepankan pemikiran kritis dan ilmu pengetahuan, kampus memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya melihat dampak positif dari kegiatan industri, tetapi juga mengkaji secara mendalam potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan. Penolakan kampus terhadap pengelolaan tambang adalah bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar area tambang.
Kampus yang menolak pengelolaan tambang bukanlah bentuk anti-industri atau anti-ekonomi, tetapi lebih kepada upaya untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi yang diinginkan tidak datang dengan mengorbankan keseimbangan ekosistem dan kualitas hidup masyarakat. Penolakan ini mengingatkan kita bahwa pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan yang berkelanjutan, di mana ekonomi, lingkungan, dan sosial dapat berjalan beriringan tanpa saling merusak.
Kampus seharusnya tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. Jika banyak pihak yang terpesona dengan keuntungan ekonomis yang ditawarkan oleh sektor tambang, kampus harus mampu menggali sisi lain dari fenomena ini—dampak sosial dan lingkungan yang seringkali luput dari perhatian.
Sebagai lembaga yang berfokus pada pengembangan intelektual, kampus memiliki tanggung jawab untuk mempertanyakan kebijakan pemerintah dan perusahaan tambang yang cenderung mengabaikan prinsip keberlanjutan. Penolakan kampus terhadap pengelolaan tambang bukan sekadar penolakan untuk menentang kemajuan, melainkan sebuah seruan agar pembangunan yang dilakukan lebih memperhatikan aspek lingkungan dan hak-hak masyarakat yang terdampak.
Penolakan kampus juga merupakan bentuk keprihatinan terhadap keberlanjutan hidup masyarakat dan lingkungan. Dalam banyak kasus, keberadaan tambang lebih banyak menguntungkan investor luar negeri daripada masyarakat lokal. Hal ini terbukti dengan tidak meratanya distribusi manfaat ekonomi dari industri tambang, sementara kerusakan yang ditimbulkan justru semakin memperburuk kondisi kehidupan mereka.
Kampus harus memainkan peran aktif dalam mencari solusi alternatif yang lebih berkelanjutan. Dalam hal ini, kampus bisa terlibat dalam riset untuk menemukan teknologi ramah lingkungan yang dapat meminimalkan dampak negatif dari penambangan. Selain itu, kampus juga bisa mendorong pengembangan sektor ekonomi yang lebih ramah lingkungan, seperti pertanian berbasis ekologi, pariwisata berkelanjutan, dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih bijaksana.
Penulis : Menteri KPSDM BEM Faperta Unmul, Rio Saputra
Opini Merupakan Tanggung Jawab Penulis, Tidak Menjadi Tanggung Jawab Redaksi Prasasti.co















