Samarinda – Komisi II DPRD Samarinda menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tepian bisa mencapai Rp1 triliun pada tahun 2025. Target ini dinilai realistis mengingat pada 2024, PAD Samarinda melampaui target Rp875 miliar dan berhasil terealisasi sebesar Rp972 miliar. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2023 yang sebesar Rp858,2 miliar atau meningkat 113,91 persen dari target Rp753,4 miliar.
Untuk mewujudkan target ini, Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan pihaknya telah memanggil sejumlah mitra kerja dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda guna mengevaluasi kinerja tahun 2024 dan membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2025.
“Kami ingin memastikan bahwa program kerja tahun 2025 tetap selaras dengan tahun sebelumnya dan tidak ada kegiatan yang tidak masuk akal di 2024 tetapi tetap dimasukkan dalam anggaran,” ujar Iswandi saat ditemui di Gedung DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Rabu (12/3/2025).
Sebagai lembaga pengawas pemerintah, Komisi II menegaskan bahwa anggaran yang digunakan harus berbasis data dan benar-benar sesuai dengan kepentingan masyarakat.
“Pembahasan keuangan daerah harus berbasis data. Kami tidak bisa hanya mengandalkan klaim tanpa bukti,” tegasnya.
Iswandi berharap PAD Samarinda bisa terus meningkat setiap tahun, mengingat banyak potensi daerah yang belum dimaksimalkan, salah satunya sektor pariwisata.
Menurutnya, sektor ini belum menjadi perhatian serius pemerintah. Saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda beberapa waktu lalu, diketahui dari total anggaran Rp64 miliar, hanya Rp4 miliar yang dialokasikan untuk pengembangan pariwisata.
“Sayang sekali kalau seperti ini. Padahal pariwisata bisa menjadi salah satu sumber PAD yang potensial bagi Samarinda. Ini harus segera ditindaklanjuti,” tutupnya. (Adv/DPRD Samarinda)















