Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahrony Pasie, menyoroti keterbatasan jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum menyentuh seluruh wilayah kota. Hingga kini, program yang bertujuan meningkatkan gizi pelajar itu baru diterapkan di satu daerah pemilihan (dapil) dan hanya mencakup beberapa sekolah saja.
“Berdasarkan data yang kami terima, program ini hanya diterapkan di beberapa sekolah dalam satu dapil saja. Kami belum mendapat informasi jelas mengenai sekolah-sekolah mana saja yang sudah mendapatkan program ini,” ujar Novan (9/3/2025).
Ketidakmerataan distribusi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa manfaat program tidak dirasakan oleh seluruh pelajar di Samarinda.
Novan menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh serta upaya lebih aktif dari Pemerintah Kota Samarinda untuk memastikan penyebaran program lebih merata.
“Sampai saat ini, implementasi program ini masih dalam tahap awal. Namun, persoalan utamanya adalah belum ada langkah konkret dari Pemkot Samarinda untuk memastikan program ini berjalan dengan optimal,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun MBG merupakan replikasi dari kebijakan pemerintah pusat, Pemkot perlu melakukan koordinasi lebih lanjut agar program ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokal di Samarinda.
“Kami di DPRD berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan MBG agar program ini tidak hanya terbatas pada beberapa sekolah, tetapi dapat diperluas dan memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan gizi pelajar di seluruh kota Samarinda,” pungkasnya.
DPRD berharap Pemkot segera mengambil langkah strategis agar program ini dapat diterapkan secara merata di seluruh sekolah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh semua pelajar di kota ini. (Adv/DPRD Samarinda)















