KUKAR – Pemerintah Kecamatan Sebulu mulai menempuh pendekatan baru dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui transformasi digital dan pelestarian budaya.
Di bawah kepemimpinan Camat Edy Fachruddin, strategi pemberdayaan tak hanya menyasar pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga menekankan pentingnya identitas lokal dalam memajukan ekonomi.
“Digitalisasi dan budaya bukan dua hal yang bertolak belakang, justru saling melengkapi. Kami ingin pelaku UMKM di Sebulu tidak hanya maju secara komersial, tapi juga membawa nilai-nilai daerahnya,” ungkap Edy, pada Selasa (29/4/2025).
Pemerintah kecamatan aktif memfasilitasi pelaku UMKM dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sekaligus membantu memasarkan produk mereka melalui platform daring. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Tak hanya itu, pelaku ekonomi kreatif seperti pengrajin, seniman tari, dan pembuat kuliner tradisional juga dilibatkan dalam agenda-agenda seni budaya di tingkat kabupaten. Keterlibatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan upaya memperkenalkan Sebulu sebagai kawasan dengan kekayaan kultural yang siap bersaing di tengah arus modernisasi.
“Kami baru saja ikut serta di Simpang Odah Etam dengan penampilan dari penari-penari lokal Sebulu. Itu bukan hanya soal tampil, tapi membawa cerita Sebulu ke publik,” kata Edy.
Langkah ini menurutnya juga sejalan dengan visi jangka panjang pembangunan daerah yang mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Sinergi antara pelaku usaha, seniman, dan pemerintah juga terus dibangun melalui kolaborasi di berbagai lintas sektor.
“Pemberdayaan tidak bisa berjalan sendiri. Kami ingin semua pihak merasa memiliki tanggung jawab atas perkembangan ekonomi dan budaya di Sebulu,” pungkasnya. (Adv)















