SAMARINDA – Rencana Pemerintah Kota Samarinda menata kawasan kumuh mendapat sambutan positif dari Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. Menurut Deni, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan dan kesiapan masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak.
“Ini bukan hanya soal anggaran dan desain, tapi kunci utamanya adalah bagaimana masyarakat mau ikut serta dalam program ini,” kata Deni saat ditemui (19/5/2025).
Deni menjelaskan bahwa program penataan kawasan kumuh sebenarnya sudah dirancang sejak beberapa waktu lalu dan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan Pemkot.
“Tahun ini, kami mulai dari sekitar 7 hektare dulu, karena luas kawasan kumuh di Samarinda mencapai puluhan hektare,” ujarnya.
Menurutnya, tidak mungkin sekaligus menata seluruh kawasan dalam satu waktu karena banyak faktor yang harus diperhatikan, seperti kesiapan warga, aspek sosial, hingga keterbatasan anggaran.
“Jadi, program ini harus realistis dan bertahap,” tambah Deni.
Salah satu tantangan utama adalah memperoleh kesepakatan dari warga, terutama mereka yang harus direlokasi atau mengubah tata letak rumah dan usahanya. Deni menegaskan, tanpa dukungan mereka, program sebesar apapun sulit dijalankan.
“Kalau masyarakat belum siap atau tidak setuju, maka proses penataan bisa terhambat. Jadi, komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga harus terus dibangun,” kata Deni.
Selain aspek sosial, Deni juga menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi Wali Kota Samarinda untuk mewujudkan kota yang lebih tertata dan layak huni. Penataan kawasan kumuh bukan sekadar soal estetika, tapi juga berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan.
DPRD sendiri terus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan sesuai rencana.
“Kami berharap, dengan kerja sama semua pihak, program ini bisa membawa perubahan positif untuk Samarinda,” pungkas Deni.
Deni mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendukung agar penataan kawasan kumuh dapat terlaksana dengan baik dan membawa manfaat nyata bagi kualitas hidup warga Samarinda. (Adv/Kota Samarinda)















