KUKAR – Penurunan angka stunting di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu menjadi bukti bahwa peran aktif Posyandu dan keterlibatan masyarakat memiliki dampak besar.
Pemerintah desa bersama kader dan warga setempat berhasil menekan kasus stunting yang sebelumnya mencapai 18 anak, kini hanya tersisa dua hingga tiga kasus dengan kondisi berat badan kurang.
“Penanganan stunting di Desa Loh Sumber bisa diatasi, penanganan stunting sudah dilakukan sesuai arahan dan petunjuk yang disampaikan pak Bupati,” ujar Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, Selasa (27/5/2025).
Ia menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan kader Posyandu dan ibu-ibu PKK untuk mendistribusikan makanan tambahan bergizi secara rutin.
Desa Loh Sumber memiliki lima posyandu aktif dengan total 25 kader terlatih. Setiap posyandu diperkuat oleh lima orang kader yang secara berkala memantau tumbuh kembang balita.
Aktivitas ini berjalan konsisten dan melibatkan banyak unsur masyarakat, sehingga memperkuat penanganan sejak dini.
“Kegiatan posyandu di desa kami berjalan aktif. Pelaksanaan program dilakukan secara konsisten dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, ini juga dapat membantu dalam hal penanganan stunting karena mereka rutin memantau tumbuh kembang balita,” jelas Sukirno.
Penurunan kasus yang terjadi dalam dua tahun terakhir disebut cukup signifikan. Sukirno menyebut bahwa yang tersisa bukan lagi kasus stunting, melainkan anak-anak dengan berat badan yang sedikit di bawah normal.
“Untuk progres penanganan stunting cukup baik, ini berkat kerjasama semua pihak serta peran dari elemen masyarakat setempat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemerintah desa tidak akan berhenti sampai di sini. Komitmen kuat terus dijaga untuk menjamin keberlanjutan program dan memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan cerdas.
“Kami berharap upaya yang kami lakukan dapat membawa perubahan positif dan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas di masa depan,” tutupnya. (Adv)















