KUKAR – Pemerintah Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, mulai melakukan digitalisasi layanan RT melalui penyaluran smartphone kepada 18 Ketua RT di wilayahnya. Bantuan ini merupakan bagian dari realisasi program Bantuan Keuangan Khusus Dana RT (BKKDRT) yang dialokasikan sebesar Rp50 juta per RT.
Langkah ini diambil untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam mempercepat urusan administrasi dan memperkuat layanan publik berbasis digital di tingkat paling bawah pemerintahan.
Kepala Desa Genting Tanah, Junaidi, mengatakan bahwa penyaluran smartphone merupakan salah satu bentuk implementasi petunjuk teknis program BKKDRT. Tahap pertama anggaran sudah masuk ke rekening desa dan langsung dimanfaatkan.
“Seluruh RT sudah menerima perangkatnya. Ini memang sudah diatur dalam juknis, jadi tinggal dilaksanakan,” ujarnya, Selasa (3/6/2025).
Selain pengadaan perangkat, dana BKKDRT juga digunakan untuk kegiatan penunjang seperti pelatihan dan peningkatan kapasitas RT. Program ini diharapkan tak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga meningkatkan kemampuan RT dalam menjalankan tugas administratif secara mandiri dan cepat.
Menurut Junaidi, penggunaan aplikasi digital sangat membantu, terutama dalam proses pelaporan ke instansi pemerintah seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
“Sekarang banyak proses administrasi pakai aplikasi. Jadi HP ini jadi alat penting buat laporan-laporan kependudukan dan pelayanan lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan Ketua RT dalam sistem digital akan mempercepat alur data dari warga ke pemerintah desa dan kecamatan. Hal ini selaras dengan upaya Pemkab Kukar dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Program BKKDRT dinilai berdampak langsung ke masyarakat karena menyasar kebutuhan operasional RT yang selama ini sering terbatas secara fasilitas.
“Manfaatnya terasa sekali di lapangan. Mudah-mudahan ke depan nilai bantuannya bisa ditingkatkan lagi,” tuturnya.
Digitalisasi RT di Genting Tanah menjadi langkah awal menuju pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
“Kita harap ini bukan sekadar bagi HP, tapi jadi awal budaya kerja yang lebih modern dan efektif,” tutup Junaidi. (Adv)















