KUKAR – Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, bersiap menjadi tuan rumah kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Terpadu (DTD) I Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Kalimantan Timur.
Sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dijadwalkan akan mengikuti pelatihan yang berlangsung pada 27 hingga 29 Juni 2025 mendatang.
Balai Pertemuan Umum (BPU) Manggala Kelurahan Maluhu dipilih sebagai pusat kegiatan. Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menyambut antusias kepercayaan yang diberikan.
Menurutnya, ini bukan hanya kehormatan, tapi juga bentuk pengakuan atas kontribusi Banser di wilayahnya selama ini.
“Kelurahan Maluhu diamanahi dan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan DTD oleh rekan-rekan Banser. Ini menjadi kehormatan sekaligus bentuk pengakuan atas kiprah Banser selama ini yang sangat luar biasa di wilayah kami,” ujar Tri saat ditemui, Selasa (17/6/2025).
Ia menjelaskan, selama ini kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan Banser telah terjalin erat. Banser aktif mendukung berbagai kegiatan sosial dan turut menjaga stabilitas lingkungan di Maluhu.
“Kolaborasi yang dibangun antara kami dan Banser selalu saling mendukung. Kami merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari semangat kebersamaan ini,” lanjutnya.
Menjelang pembukaan DTD, pihak kelurahan dan Banser juga akan menggelar pawai obor keliling sebagai bentuk penyambutan sekaligus peringatan malam tahun baru Islam. Momen ini dinilai penting untuk membangun suasana kebersamaan di tengah masyarakat.
“Pawai obor ini bukan hanya sebagai simbol penyambutan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan yang menjadi dasar dari pelatihan ini,” kata Tri.
Ia mengakui, terdapat ratusan peserta dari luar daerah tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun di sisi lain, ini juga menjadi peluang bagi Maluhu untuk memperkenalkan diri sebagai wilayah yang ramah dan terbuka.
“Karena itu, kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar para peserta merasa nyaman dan meninggalkan kesan positif selama berada di sini,” ujarnya.
Tri berharap agar pelatihan ini bukan sekadar pembentukan kader saja tapi juga sebagai ruang mempererat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan solidaritas di kalangan pemuda.
“Kami yakin kegiatan ini akan memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan dan elemen masyarakat seperti Banser dalam membangun semangat kebangsaan di tengah masyarakat,” tutupnya. (Adv)















