Tenggarong— Kesuksesan tim sepak takraw Muara Jawa yang baru-baru ini menyita perhatian menjadi dorongan bagi pemerintah kecamatan untuk mengintensifkan kembali pembinaan di sektor olahraga. Prestasi yang diraih tim ini dianggap sebagai indikator kuat bahwa potensi atlet lokal sangat besar, asalkan didukung dengan pendanaan dan program pembinaan yang memadai.
Muhammad Ramli, Camat Muara Jawa, menyatakan bahwa pembinaan atlet selama ini telah berjalan, namun tantangan terbesar yang dihadapi masih berkutat pada dukungan anggaran yang dinilai belum sepenuhnya optimal. Terlebih, setiap kali tim harus berpartisipasi dalam turnamen di luar kecamatan, biaya operasional yang dikeluarkan menjadi cukup besar.
“Untuk membawa tim 15–20 orang ke kejuaraan, biaya perjalanan, makan, dan akomodasi tidak sedikit,” ujar Ramli, Senin (25/11/2025). “Karena itu perlu anggaran yang jelas.” Ia menambahkan bahwa tanpa sokongan dana yang kuat, pembinaan dalam jangka panjang akan sulit dipertahankan.
Ramli mengusulkan agar alokasi dana untuk olahraga sebaiknya dikelola langsung oleh Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) agar proses perencanaan hingga eksekusinya bisa lebih terfokus. Menurutnya, skema pengelolaan seperti ini akan menjamin pembinaan berjalan lebih efisien dan terarah.
Pembinaan atlet seharusnya tidak hanya bergantung pada dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Alasannya, bantuan jenis ini tidak selalu tersedia saat dibutuhkan, sehingga tidak dapat dijadikan tumpuan utama dalam pengembangan atlet.
Muara Jawa saat ini memiliki beberapa cabang olahraga yang terus menunjukkan perkembangan. Meskipun demikian, sepak takraw tetap menjadi cabang unggulan dengan catatan prestasi yang stabil selama beberapa tahun terakhir. Selain sepak takraw, minat masyarakat terhadap cabang lain seperti sepak bola dan bulu tangkis juga mengalami peningkatan.
Ramli menyebut bahwa tingginya antusiasme masyarakat perlu diimbangi dengan peningkatan fasilitas agar proses pembinaan dapat berjalan maksimal. Keberadaan lapangan yang layak, kelengkapan alat latihan, dan pendampingan dari pelatih akan sangat membantu kemajuan atlet muda di kecamatan tersebut.
Menanggapi usulan tersebut, Aji Ali Husni, Kepala Dispora Kukar, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat pembinaan olahraga di tingkat kecamatan. Menurutnya, kecamatan seperti Muara Jawa memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung atlet masa depan.
“Dengan dukungan anggaran dan pembinaan berkelanjutan, atlet lokal berpotensi menorehkan prestasi membanggakan untuk daerah,” tegas Ali.
Dispora Kukar berharap sinergi yang terjalin antara pemerintah kecamatan, KOK, klub olahraga, dan masyarakat dapat menciptakan sebuah ekosistem pembinaan yang semakin solid. Dengan demikian, prestasi Muara Jawa tidak hanya terhenti pada satu cabang, tetapi meluas ke berbagai sektor olahraga lainnya.















