SAMARINDA – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Kalimantan Timur (Kaltim) diselenggarakan di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim. Acara ini bertujuan memperkuat sinergi pengelolaan zakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rakorda ini dihadiri oleh 66 peserta, melibatkan kerja sama antara Pemprov Kaltim dan Kementerian Agama Kaltim. Tema yang diusung adalah “Sinergi Pengelolaan Zakat untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Masyarakat.”
Pjs Gubernur Kaltim, Akmal Malik, membuka acara didampingi oleh Kepala BAZNAS RI Noor Achmad dan Kepala BAZNAS Kaltim Ahmad Nabahan. Dalam laporannya, Ahmad Nabahan menjelaskan bahwa kegiatan ini merespons UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Rakorda ini bertujuan merumuskan program kerja pengumpulan, pengawasan, dan pelaporan zakat serta memperkuat kelembagaan pengelolaan zakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan pengelolaan zakat dengan memanfaatkan strategi digital,” kata Ahmad Nabahan. Anggaran untuk pelaksanaan Rakorda didukung oleh Pemprov, BAZNAS RI, dan BAZNAS kabupaten/kota se-Kaltim.
Noor Achmad menegaskan pentingnya kolaborasi BAZNAS dengan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan. “Tahun ini, kami menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp41 triliun, meningkat 35 persen dari tahun sebelumnya,” ujarnya. Ia menggarisbawahi bahwa dukungan pemimpin daerah sangat penting untuk mencapai target ini serta menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.
Pjs Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menambahkan keyakinannya bahwa zakat yang dikelola dengan baik akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. “Kita harus bekerja sama untuk memberikan yang terbaik bagi kaum dhuafa. Potensi zakat di Kaltim sangat besar, dan kami siap memberikan dukungan terbaik,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan kepercayaan dalam pengumpulan zakat.
Kepala BAZNAS Kutim, Masnif Sofwan, menyambut baik Rakorda ini. Ia menyampaikan bahwa BAZNAS Kutim telah meningkatkan perolehan zakat. “Alhamdulillah, kami berhasil memperoleh zakat dari ASN mencapai Rp 16 miliar tahun ini, dan kami juga berupaya mengurangi angka stunting di daerah kami,” katanya.
Target zakat untuk 2025 sebesar Rp 20 miliar diharapkan dapat tercapai berkat kepercayaan masyarakat. “Dua tahun lalu, kami mulai membangun kepercayaan, dan kini kami senang bisa dipercayakan dalam pengumpulan zakat,” tutup Masnif.
Rakorda ini diharapkan memperkuat sinergi antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat untuk mencapai upaya penanggulangan kemiskinan secara optimal di Kaltim. (adv)















