JAKARTA – Usai rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI di Senayan, membahas kesiapan pelaksanakaan pemilihan kepala daerah serentak 2024, Sekretaris Kabupaten Kutai Timur (Seskab Kutim) Rizali Hadi didampingi Kepala Badan Kesbangpol Tejo Yuwono menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur siap mendukung pelaksanaan Pilkada 2024.
Rizali Hadi mengungkapkan bahwa Pemkab Kutai Timur telah merealisasikan alokasi anggaran untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Pilkada. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta pihak keamanan dari Polres Kutai Timur, Kodim 0909/KTM, dan Lanal Sangatta.
“Anggaran sudah kami realisasikan dalam dua tahap sesuai laporan keuangan,” ujar Rizali.
Rizali juga menyoroti tantangan geografis yang menjadi perhatian utama dalam distribusi logistik Pilkada. Beberapa daerah terpencil di Kabupaten Kutai Timur, seperti Sandaran, menghadapi hambatan karena jarak yang jauh dari ibu kota kabupaten.
“Distribusi logistik ke desa-desa di daerah ini masih menjadi tantangan, terutama karena akses yang terbatas. Namun, kami telah bekerja sama dengan pemerintah setempat dan pihak keamanan untuk memastikan logistik pilkada tiba di lokasi sesuai jadwal,” tambahnya. Rizali memastikan logistik tiba di lokasi-lokasi tersebut paling lambat lima hari sebelum hari pemungutan suara.
Terkait isu netralitas Aparatur Sipil Negara, Rizali menegaskan bahwa Pemkab telah melakukan upaya maksimal untuk mensosialisasikan aturan netralitas kepada para ASN.
“Kami terus mengingatkan ASN untuk tidak menunjukkan keberpihakan kepada pasangan calon, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa pelanggaran aturan ini akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain memastikan kelancaran penyelenggaraan, Pemkab juga fokus pada peningkatan partisipasi pemilih, khususnya pemilih pemula. Rizali mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sekolah-sekolah, untuk memberikan edukasi politik kepada generasi muda yang telah memasuki usia 17 tahun.
“Upaya ini penting agar tingkat partisipasi masyarakat, terutama pemilih pemula, dapat meningkat,” tuturnya.
Rizali optimis bahwa pelaksanaan Pilkada 2024 di Kabupaten Kutai Timur dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif. Ia berharap semua pihak dapat menjaga suasana damai demi kesuksesan pesta demokrasi tersebut. “Kami berkomitmen untuk memastikan pilkada berjalan sesuai harapan, tanpa hambatan berarti,” pungkasnya. (adv)















