Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto, mendorong penguatan identitas pariwisata kota dengan menambah destinasi unggulan.
Menurutnya, selain Desa Budaya Pampang, Samarinda perlu memiliki ciri khas wisata lain, terutama wisata alam, untuk menarik lebih banyak wisatawan dan investor.
“Selama ini kita punya Desa Budaya Pampang sebagai ikon wisata budaya. Kita juga perlu memiliki satu lagi yang menjadi ciri khas, bisa berupa wisata alam,” ujar Rusdi (6/3/2025).
Ia juga mengusulkan pengembangan wisata buatan seperti yang telah sukses diterapkan di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata Samarinda berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari industri perhotelan. Namun, daya saing wisata budaya dan kearifan lokal masih menghadapi tantangan besar, seperti keterbatasan infrastruktur dan promosi.
“Sektor perhotelan cukup banyak menyumbang PAD. Namun, wisata budaya dan kearifan lokal juga memiliki potensi besar, meskipun masih menghadapi banyak tantangan,” ungkapnya.
Salah satu hambatan utama dalam pengembangan pariwisata di Samarinda adalah minimnya alokasi anggaran. Dari total Rp64 miliar, hanya Rp4 miliar yang dialokasikan khusus untuk sektor wisata.
“Anggaran untuk sektor pariwisata hanya Rp4 miliar dari total Rp64 miliar. Kami ingin mendukung Disporapar agar mendapatkan peningkatan anggaran guna menambah destinasi wisata,” jelas Rusdi.
Dengan dukungan DPRD dan aspirasi masyarakat, pengembangan wisata Samarinda diharapkan tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal tetapi juga memperkuat identitas kota.
“Jika kebijakan dan anggaran berjalan seiring, bukan tidak mungkin Samarinda akan menjadi destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur,” tandasnya. (Adv/DPRD Samarinda)















