Kukar – Jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2025 di Kutai Kartanegara pada 19 April 2025, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menentukan masa depan daerahnya.
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Destianti, mengajak seluruh warga yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk menggunakan hak pilihnya dan hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“PSU adalah kesempatan bagi masyarakat untuk memastikan pemimpin yang dipilih benar-benar memiliki legitimasi kuat. Partisipasi aktif warga sangat menentukan masa depan daerah ini,” ujarnya pada Jum’at (21/03/2025).
Rinda juga menyoroti peran media massa dan media sosial dalam menyebarluaskan informasi yang benar dan edukatif terkait PSU. Ia menegaskan bahwa pemahaman masyarakat yang baik mengenai proses PSU akan mencegah misinformasi dan meningkatkan tingkat kehadiran pemilih.
“PSU ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat Kukar. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk menyebarkan informasi yang akurat agar masyarakat memahami bahwa proses ini merupakan bagian dari sistem demokrasi,” tambahnya.
Terkait mekanisme PSU, Rinda menjelaskan bahwa tidak ada perubahan dalam daftar pemilih maupun lokasi TPS. PSU hanya bertujuan mengulang proses pemungutan suara yang sudah berlangsung pada 27 November 2024, bukan mengulang seluruh tahapan Pilkada.
“Masyarakat yang sudah terdaftar di DPT sebelumnya tetap memiliki hak pilih. Tidak ada penambahan pemilih baru, dan lokasi TPS juga tetap sama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rinda berharap PSU berjalan lancar dengan tingkat partisipasi yang tinggi, sehingga hasilnya benar-benar mencerminkan suara rakyat.
“Kami mengimbau seluruh warga untuk hadir di TPS pada 19 April 2025 dan menyalurkan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab. Masa depan Kukar ada di tangan kita semua,” serunya.
Selain itu, waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan akhir pekan diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pemilih. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih leluasa dalam menentukan waktu untuk datang ke TPS.
“Sebelum beraktivitas atau jalan-jalan, datanglah lebih dulu ke TPS di pagi hari, lalu setelahnya bisa menikmati waktu akhir pekan,” pungkasnya. (Adv)















