KUKAR – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kukar atas kontribusinya dalam menjaga stabilitas sosial serta membina akhlak masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi dan halal bihalal dari PCNU Kukar di Pendopo Bupati pada Minggu (6/4/2025).
Pertemuan yang berlangsung hangat ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan PCNU Kukar, sekaligus menyambut semangat Idulfitri 1446 H.
“Pada kesempatan ini saya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Selama menjalankan amanah sebagai bupati, tentu ada hal-hal yang mungkin tidak berkenan. Saya mohon dibukakan pintu maaf,” ungkap Edi.
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut murni bersifat silaturahmi, tanpa muatan politik ataupun pembahasan khusus, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap eksistensi dan peran penting PCNU dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat.
Menurut Edi, kehadiran ulama, ustaz, dan ustazah di bawah naungan PCNU Kukar sangat membantu pemerintah daerah dalam menciptakan ketertiban dan suasana yang kondusif. Ia menilai peran para tokoh agama tersebut sangat besar, tidak hanya dalam pembinaan umat, tetapi juga menjaga moralitas dan etika sosial masyarakat.
“PCNU memiliki peran strategis dalam menciptakan ketenteraman, keamanan, dan pembinaan umat. Kontribusi ini sangat kami rasakan dalam mendukung berbagai program daerah,” tambahnya.
Bupati juga mengapresiasi sinergi yang selama ini telah terjalin antara Pemkab Kukar dan PCNU, yang menurutnya turut memperkuat pelaksanaan berbagai program keagamaan. Di antaranya seperti Gerakan Etam Mengaji, Satu Desa Satu Hafiz Quran, dan program Da’i Pembangunan, yang telah memberikan dampak positif di tengah masyarakat, khususnya di pedesaan.
“Alhamdulillah, masyarakat merespons sangat baik. Ini menandakan bahwa kolaborasi yang kita bangun berjalan efektif,” katanya.
Menutup pertemuan, Edi berharap silaturahmi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus terjaga dan ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiah sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis.
“Silaturahmi ini harus terus hidup. Persaudaraan dan persatuan harus tetap dijaga, karena di situlah kekuatan kita sebagai masyarakat yang beradab,” tutupnya.(Adv)















