KUKAR – Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi memiliki nakhoda baru. Namun lebih dari sekadar pelantikan kepengurusan periode 2024–2028, momen ini menjadi isyarat penting bahwa masa depan olahraga tenis lapangan di Kukar kini bertumpu pada kualitas pembinaan jangka panjang, terutama untuk kalangan usia muda.
Pengurus baru yang dipimpin Fathlon Nisa resmi dilantik. Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menekankan bahwa konsistensi pembinaan harus menjadi prioritas utama PELTI ke depan jika ingin mencetak atlet berprestasi.
Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya dengan semangat awal yang besar, tetapi memerlukan sistem yang terstruktur, program yang berkesinambungan, dan turnamen rutin sebagai ajang evaluasi dan pencarian bibit unggul.
“Tenis lapangan bukan hanya soal lapangan dan raket. Ini tentang proses jangka panjang yang menyiapkan atlet sejak usia dini,” jelas Sunggono, usai pelantikan di Ruang Serbaguna Sekretariat DPRD Kukar, Sabtu (17/5/2025).
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan olahraga tidak lahir dari instan. Diperlukan upaya regenerasi yang serius agar prestasi tidak berhenti di satu generasi. Untuk itu, pemerintah daerah mendukung jika PELTI Kukar membuat skema kompetisi internal berjenjang yang bisa menjangkau sekolah-sekolah dan klub lokal.
“Turnamen lokal sangat penting. Dari sana kita bisa tahu siapa yang perlu diasah lebih lanjut,” tambahnya.
Sunggono menilai Kukar memiliki potensi besar di bidang olahraga, termasuk tenis lapangan. Namun potensi itu hanya bisa terwujud jika ditopang oleh komitmen pengurus untuk bekerja secara profesional dan konsisten.
Ia juga memastikan bahwa Pemkab Kukar akan terus memberikan ruang dan fasilitas yang mendukung, baik melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga maupun sinergi dengan organisasi keolahragaan lain.
“Kita ingin Kukar dikenal bukan hanya karena sumber daya alamnya, tapi juga karena prestasi olahraganya,” tegasnya.
Dengan kepengurusan yang baru dan energi yang lebih segar, Sunggono berharap PELTI Kukar menjadi wadah pembinaan yang aktif, adaptif, dan terbuka bagi semua kalangan, terutama bagi anak-anak muda yang ingin berkembang di dunia tenis lapangan.
“Kalau pembinaan dilakukan serius dan konsisten, saya yakin Kukar bisa melahirkan petenis hebat yang bisa bersaing di tingkat nasional,” tutupnya. (Adv)















